Bagikan:

Bid'ah yang Sering Dikaitkan dengan Bulan Muharram: Memahami Tradisi dan Amalan Sesuai Sunnah
Karena itu:
- Berdoa kepada Allah pada pergantian tahun diperbolehkan.
- Memohon ampunan dan kebaikan juga dianjurkan.
- Namun, meyakini adanya bacaan khusus yang pasti berasal dari Rasulullah SAW tanpa dalil yang sahih perlu dihindari.
Yang lebih utama adalah berdoa dengan bahasa dan kebutuhan masing-masing kepada Allah SWT.
2. Menganggap Muharram sebagai Bulan Sial
Di sebagian masyarakat masih terdapat keyakinan bahwa bulan Muharram adalah bulan yang membawa kesialan.
Ada yang menunda pernikahan, pindah rumah, membuka usaha, atau melakukan kegiatan penting karena takut mendapat musibah.
Keyakinan seperti ini tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada waktu tertentu.
Justru Muharram adalah bulan yang mulia dan penuh keberkahan.
Menganggap Muharram sebagai bulan sial bertentangan dengan semangat Islam yang memuliakan bulan tersebut.
3. Mengharamkan Pernikahan pada Bulan Muharram
Masih berkaitan dengan keyakinan tentang kesialan, sebagian masyarakat percaya bahwa menikah pada bulan Muharram akan membawa kesulitan rumah tangga.
Padahal tidak ada dalil yang melarang pernikahan pada bulan Muharram.
Dalam Islam, pernikahan merupakan ibadah yang baik dan dapat dilakukan kapan saja selama memenuhi syarat dan rukun yang berlaku.
Karena itu, menunda pernikahan semata-mata karena menganggap Muharram sebagai bulan yang tidak baik tidak memiliki dasar dalam syariat.
4. Mengkhususkan Shalat atau Ibadah Tertentu yang Tidak Memiliki Dalil Sahih
Terkadang beredar berbagai informasi mengenai shalat khusus Muharram, shalat malam Asyura dengan jumlah rakaat tertentu, atau amalan tertentu yang dijanjikan pahala luar biasa.
Seorang Muslim perlu berhati-hati terhadap informasi seperti ini.
Tidak semua yang beredar di media sosial, grup pesan, atau buku-buku tertentu memiliki dasar yang sahih.
Jika suatu ibadah diklaim memiliki tata cara khusus, jumlah rakaat tertentu, atau keutamaan tertentu, maka perlu dipastikan terlebih dahulu sumbernya.
Jangan sampai seseorang menganggap suatu amalan sebagai sunnah padahal tidak pernah diajarkan Rasulullah SAW.
5. Ritual Meratap dan Menyakiti Diri pada Hari Asyura
Di sebagian kelompok tertentu, tanggal 10 Muharram diperingati dengan ritual kesedihan yang berlebihan, termasuk meratap, memukul diri, melukai tubuh, atau bentuk ekspresi duka lainnya.
Memang benar bahwa cucu Rasulullah SAW, Sayyidina Husain bin Ali radhiyallahu 'anhuma, gugur dalam peristiwa Karbala yang terjadi pada bulan Muharram.
Bagikan:
Lainnya di Kajian
Lihat kategori
Amalan Sunnah untuk Bayi Baru Lahir Menurut Rasulullah SAW: Panduan Lengkap bagi Orang Tua Muslim
Apa saja amalan sunnah untuk bayi baru lahir menurut Rasulullah SAW? Simak panduan lengkap mulai dari tahnik, memberi nama, aqiqah, mencukur rambut, hingga doa untuk bayi berdasarkan hadis dan pendapat ulama.
BACA ARTIKEL
Hukum Investasi Sukuk dalam Islam: Apakah Sukuk Benar-Benar Halal?
Bagaimana hukum investasi sukuk dalam Islam? Simak penjelasan tentang sukuk syariah, akad, dalil, fatwa DSN-MUI, riba, serta ketentuan agar investasi sukuk sesuai syariah.
BACA ARTIKEL
Perbedaan Murabahah, Mudharabah, dan Musyarakah dalam Bank Syariah
Apa perbedaan murabahah, mudharabah, dan musyarakah? Simak pengertian, cara kerja, contoh, kelebihan, serta tabel perbandingan ketiga akad utama dalam bank syariah.
BACA ARTIKEL
Investasi dalam Islam: Pengertian, Hukum, dan Jenis Investasi yang Halal
Investasi dalam Islam adalah cara mengembangkan harta sesuai prinsip syariah. Pelajari pengertian, hukum investasi, prinsip, dan jenis investasi halal dalam Islam.
BACA ARTIKEL