Islamind
AllBeritaIbadahKajianTokohUncategorized
Diposting pada 03 Jul 2026Diedit pada 03 Jul 2026

Bagikan:

Hukum Aqiqah dalam Islam: Wajib atau Sunnah?

Hukum Aqiqah dalam Islam: Wajib atau Sunnah?

Pelajari hukum aqiqah dalam Islam, apakah wajib atau sunnah, lengkap dengan dalil, pendapat ulama, waktu pelaksanaan, dan ketentuan aqiqah sesuai syariat.

Kelahiran seorang anak merupakan salah satu nikmat terbesar yang Allah SWT anugerahkan kepada setiap keluarga. Sebagai bentuk rasa syukur atas karunia tersebut, Islam mengajarkan berbagai amalan yang dianjurkan, salah satunya adalah aqiqah.

Namun, masih banyak umat Islam yang bertanya-tanya mengenai hukum aqiqah dalam Islam. Apakah aqiqah termasuk ibadah yang wajib dilaksanakan, ataukah hanya sunnah? Bagaimana jika orang tua belum mampu? Apakah anak yang sudah dewasa masih boleh diaqiqahi?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering muncul karena adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai beberapa rincian hukum aqiqah. Meski demikian, seluruh pendapat tersebut tetap bersumber dari dalil Al-Qur'an, hadis, serta ijtihad para ulama.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai hukum aqiqah, dalil-dalilnya, pendapat para ulama, hingga kondisi-kondisi tertentu yang sering menjadi pertanyaan masyarakat.

Apa Itu Aqiqah?

Secara bahasa, aqiqah berarti rambut yang tumbuh di kepala bayi sejak lahir.

Sedangkan menurut istilah syariat, aqiqah adalah penyembelihan hewan ternak sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak, yang biasanya disertai dengan mencukur rambut bayi dan pemberian nama.

Pelaksanaan aqiqah merupakan salah satu sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan diamalkan oleh para sahabat.

Bagikan:

Lainnya di Kajian

Lihat kategori