Islamind
AllBeritaIbadahKajianTokohUncategorized
Diposting pada 29 Jun 2026Diedit pada 30 Jun 2026

Bagikan:

Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW: Pendapat Ulama dan Perbedaan Pandangan

Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW: Pendapat Ulama dan Perbedaan Pandangan

Bagaimana hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dalam Islam? Simak pendapat ulama, dalil yang digunakan, serta perbedaan pandangan tentang tradisi Maulid Nabi.

Tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah mengenang Rasulullah SAW dan mengambil pelajaran dari kehidupan beliau yang penuh tauladan.

Apakah Nabi Muhammad SAW Pernah Memperingati Hari Kelahirannya?

Dalam catatan sejarah, tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Muhammad SAW mengadakan peringatan hari kelahirannya dalam bentuk acara tahunan seperti yang dilakukan masyarakat Muslim saat ini. Namun, sebuah hadits, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW memperingati hari kelahirannya dengan berpuasa. Dalam riwayat hadits dari Imam Muslim, Rasulullah juga menjelaskan kekhususan hari Senin:

Ketika beliau ditanya mengenai puasa hari Senin, beliau bersabda: "Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku diutus atau diturunkannya wahyu kepadaku." (HR. Muslim)

Begitu pula para sahabat Nabi dan generasi awal Islam. Mereka tidak dikenal melakukan perayaan Maulid Nabi sebagai sebuah tradisi khusus.

Tradisi Maulid Nabi berkembang beberapa abad setelah wafatnya Rasulullah SAW.

Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu dasar munculnya perbedaan pendapat ulama mengenai hukum peringatan Maulid Nabi.

Pendapat Ulama yang Membolehkan Maulid Nabi

Bagikan:

Lainnya di Kajian

Lihat kategori