Islamind
AllBeritaIbadahKajianTokohUncategorized
Diposting pada 09 Jun 2026Diedit pada 09 Jun 2026

Bagikan:

Kisah Hijrah Nabi Muhammad SAW

Kisah Hijrah Nabi Muhammad SAW

Ada yang berhijrah dengan memperbaiki shalat. Ada yang berhijrah dengan meninggalkan riba. Ada yang berhijrah dengan menutup aurat. Ada yang berhijrah dengan berhenti dari kebiasaan buruk. Ada pula yang berhijrah dengan memperbaiki akhlak kepada keluarga.

Hijrah tidak selalu mudah. Kadang seseorang jatuh lagi setelah mencoba menjadi baik. Namun, yang penting adalah terus kembali kepada Allah, tidak putus asa, dan terus melangkah meskipun perlahan.

Contoh Hijrah dalam Kehidupan Sehari-Hari

Agar makna hijrah lebih mudah diterapkan, berikut beberapa contoh hijrah dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, hijrah dalam ibadah. Seseorang yang sebelumnya sering menunda shalat mulai berusaha shalat tepat waktu. Ia juga mulai menambah shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak dzikir.

Kedua, hijrah dalam akhlak. Seseorang yang sebelumnya mudah marah mulai belajar menahan diri. Ia berusaha menjaga lisan, tidak ghibah, tidak menghina, dan lebih lembut kepada keluarga.

Ketiga, hijrah dalam pergaulan. Seseorang mulai memilih lingkungan yang lebih baik. Ia tetap berbuat baik kepada semua orang, tetapi tidak lagi mengikuti kebiasaan yang menjauhkan dari Allah.

Keempat, hijrah dalam rezeki. Seseorang mulai lebih berhati-hati dalam mencari nafkah. Ia berusaha menjauhi penghasilan yang haram atau syubhat dan memilih jalan yang lebih berkah.

Kelima, hijrah dalam penggunaan waktu. Seseorang mulai mengurangi hal sia-sia dan menggantinya dengan aktivitas bermanfaat, seperti belajar, bekerja dengan jujur, membantu keluarga, membaca, dan beribadah.

Cara Menjadikan Tahun Baru Hijriyah sebagai Momentum Hijrah

Tahun Baru Hijriyah adalah waktu yang baik untuk memulai perubahan. Namun, perubahan sebaiknya dilakukan secara realistis agar bisa bertahan lama.

Mulailah dengan muhasabah. Tanyakan kepada diri sendiri, apa kesalahan terbesar yang perlu diperbaiki? Ibadah apa yang paling sering lalai? Kebiasaan buruk apa yang paling merusak? Setelah itu, pilih satu atau dua target utama.

Kemudian buat langkah kecil yang jelas. Misalnya, jika ingin memperbaiki shalat, mulai dengan menjaga shalat Subuh tepat waktu. Jika ingin membaca Al-Qur’an, mulai dengan membaca lima ayat setiap hari. Jika ingin bersedekah, mulai dengan jumlah kecil tetapi rutin.

Selanjutnya, carilah lingkungan yang mendukung. Ikuti kajian, baca artikel Islami yang bermanfaat, berteman dengan orang saleh, dan jauhi hal-hal yang memicu kembali kepada kebiasaan buruk.

Terakhir, perbanyak doa. Hidayah dan istiqamah adalah karunia Allah. Manusia bisa berusaha, tetapi hanya Allah yang mampu meneguhkan hati.

Kesalahan dalam Memahami Hijrah

Ada beberapa kesalahan yang perlu dihindari dalam memahami hijrah.

Pertama, menganggap hijrah hanya perubahan penampilan. Penampilan yang sesuai syariat memang penting, tetapi hijrah juga harus menyentuh hati, akhlak, ibadah, dan cara hidup.

Kedua, merasa lebih baik dari orang lain setelah berhijrah. Ini adalah bahaya besar. Orang yang benar-benar berhijrah seharusnya semakin rendah hati, bukan semakin sombong.

Ketiga, terlalu keras kepada diri sendiri hingga mudah putus asa. Perubahan membutuhkan proses. Jika terjatuh, segera bertaubat dan bangkit kembali.

Keempat, menunda hijrah dengan alasan belum siap. Tidak ada manusia yang benar-benar sempurna saat memulai perubahan. Justru hijrah adalah jalan untuk memperbaiki diri secara bertahap.

Kelima, berhijrah hanya karena manusia. Jika perubahan hanya dilakukan demi pujian, maka ia mudah berhenti ketika tidak lagi mendapat perhatian. Karena itu, luruskan niat hanya karena Allah SWT.

Penutup

Kisah hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah adalah salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam. Hijrah menjadi titik balik dakwah Islam dan dasar penetapan kalender Hijriyah. Karena itu, setiap datangnya Tahun Baru Hijriyah, umat Islam seharusnya tidak hanya mengingat pergantian tahun, tetapi juga memahami pesan besar di balik hijrah.

Bagikan:

Lainnya di Tokoh

Lihat kategori