Islamind
AllBeritaIbadahKajianTokohUncategorized
Diposting pada 17 Jun 2026Diedit pada 21 Jun 2026

Bagikan:

Larangan Menikah dan Mengadakan Hajatan di Bulan Muharram (Suro): Tradisi Jawa, Sejarah Keraton, atau Ajaran Islam?

Larangan Menikah dan Mengadakan Hajatan di Bulan Muharram (Suro): Tradisi Jawa, Sejarah Keraton, atau Ajaran Islam?

  • penghormatan kepada bulan suci,
  • penghormatan kepada keraton,
  • atau tradisi tirakat,

Perlahan berubah menjadi kepercayaan bahwa bulan Suro membawa kesialan.

Budayawan menjelaskan bahwa masyarakat kemudian mengaitkan berbagai musibah yang terjadi setelah pernikahan dengan waktu pelaksanaan pernikahan tersebut. Jika ada pasangan yang menikah di bulan Suro lalu mengalami masalah rumah tangga, maka masalah itu sering dikaitkan dengan bulan pernikahannya.

Fenomena ini sebenarnya dikenal dalam psikologi sebagai confirmation bias, yaitu kecenderungan manusia mengingat kejadian yang mendukung keyakinannya dan mengabaikan yang tidak mendukung.

Padahal banyak juga pasangan yang menikah di bulan Suro dan hidup bahagia.

Apakah Islam Melarang Menikah di Bulan Muharram?

Jawabannya: Tidak.

Tidak ada ayat Al-Qur'an maupun hadits sahih yang melarang pernikahan pada bulan Muharram.

Bahkan jika ditinjau secara logika syariat:

  • Muharram adalah bulan yang mulia.
  • Amal saleh dianjurkan diperbanyak.
  • Tidak ada larangan walimah.
  • Tidak ada larangan akad nikah.

Karena itu para ulama umumnya menegaskan bahwa menikah pada bulan Muharram hukumnya tetap sah dan boleh.

Keyakinan bahwa pernikahan pada bulan Muharram pasti membawa kesialan tidak memiliki dasar dalam syariat Islam.

Menghormati Budaya Tanpa Meyakininya Sebagai Ajaran Agama

Di sinilah diperlukan sikap yang bijak.

Sebagai Muslim, kita perlu membedakan antara:

Ajaran Agama

Bersumber dari:

  • Al-Qur'an
  • Sunnah
  • Ijma'
  • Qiyas

Tradisi Budaya

Bersumber dari:

  • Adat istiadat
  • Sejarah lokal
  • Nilai sosial masyarakat

Pantangan menikah pada bulan Suro lebih dekat kepada ranah budaya Jawa daripada ajaran Islam.

Karena itu seseorang boleh memilih:

  • Mengikuti tradisi keluarga demi menghormati orang tua dan menjaga keharmonisan sosial.
  • Atau tetap menikah pada bulan Muharram karena memahami bahwa agama tidak melarangnya.

Bagikan:

Lainnya di Kajian

Lihat kategori