Bagikan:

Naskah Khutbah Jumat: Menyambut Bulan Muharram dengan Muhasabah dan Semangat Hijrah
Bulan Muharram juga sangat erat kaitannya dengan makna hijrah. Kalender Hijriyah ditetapkan berdasarkan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat. Hijrah adalah perubahan besar dalam sejarah Islam. Dari Makkah yang penuh tekanan, kaum Muslimin berpindah ke Madinah untuk membangun masyarakat Islam yang berlandaskan iman, persaudaraan, dan keadilan.
Hijrah mengajarkan bahwa iman membutuhkan pengorbanan. Nabi Muhammad SAW dan para sahabat meninggalkan kampung halaman, harta, dan kenyamanan demi menjaga agama Allah. Mereka mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada yang lebih berharga daripada iman.
Pada masa sekarang, kita mungkin tidak mengalami hijrah fisik seperti para sahabat. Tetapi setiap Muslim tetap membutuhkan hijrah dalam hidupnya. Hijrah dari maksiat menuju taat. Hijrah dari malas menuju semangat ibadah. Hijrah dari lalai menuju ingat kepada Allah. Hijrah dari akhlak buruk menuju akhlak mulia. Hijrah dari kebiasaan yang sia-sia menuju kehidupan yang lebih bermanfaat.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Muharram adalah berpuasa. Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ
Artinya:
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”
(HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan keutamaan puasa sunnah di bulan Muharram. Di antara puasa yang paling utama pada bulan ini adalah puasa Asyura, yaitu puasa pada tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yaitu diharapkan dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang telah lalu.
Selain puasa Asyura, umat Islam juga dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram, yang dikenal sebagai puasa Tasu’a. Puasa Tasu’a dilakukan untuk menyertai puasa Asyura dan menyelisihi kebiasaan umat terdahulu.
Maka, bagi kita yang mampu, marilah berusaha menghidupkan sunnah ini. Jangan lewatkan kesempatan besar yang hanya datang setahun sekali. Namun, jangan pula hanya berhenti pada puasa. Jadikan puasa sebagai sarana memperbaiki hati, menjaga lisan, mengendalikan nafsu, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Ada beberapa pesan penting yang dapat kita ambil dari bulan Muharram.
Pertama, bulan Muharram mengajarkan kita untuk menghargai waktu. Waktu adalah nikmat besar yang sering dilalaikan manusia. Ketika satu tahun berlalu, berarti jatah umur kita semakin berkurang. Maka gunakan waktu yang tersisa untuk memperbanyak amal saleh.
Kedua, Muharram mengajarkan kita untuk bertaubat. Tidak ada manusia yang bebas dari dosa. Namun sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang mau kembali kepada Allah. Jangan tunda taubat. Jangan menunggu tua. Jangan menunggu sakit. Sebab kematian bisa datang kapan saja.
Ketiga, Muharram mengajarkan kita untuk berhijrah. Setiap orang memiliki kekurangan masing-masing. Ada yang perlu berhijrah dalam shalatnya. Ada yang perlu berhijrah dalam lisannya. Ada yang perlu berhijrah dalam pekerjaannya. Ada yang perlu berhijrah dalam pergaulannya. Mulailah dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dari sekarang.
Keempat, Muharram mengajarkan kita untuk menjaga persaudaraan. Sebagaimana hijrah Nabi ke Madinah melahirkan persaudaraan antara Muhajirin dan Anshar, maka umat Islam hari ini juga harus menjaga ukhuwah. Jangan mudah terpecah karena perbedaan kecil. Jangan saling mencela. Jangan menyebarkan fitnah. Jadilah umat yang saling menolong dalam kebaikan.
Kelima, Muharram mengajarkan kita untuk memperbanyak amal saleh. Perbanyak dzikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, sedekah, shalat sunnah, puasa sunnah, dan kebaikan kepada sesama manusia.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Marilah kita jadikan bulan Muharram sebagai awal perubahan. Jangan biarkan bulan mulia ini berlalu begitu saja. Jangan hanya menyambut tahun baru Hijriyah dengan ucapan, tetapi sambutlah dengan taubat, doa, amal saleh, dan tekad memperbaiki diri.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang pandai memanfaatkan waktu. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberikan kekuatan kepada kita untuk istiqamah dalam kebaikan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bagikan:
Lainnya di Kajian
Lihat kategori
Amalan Sunnah untuk Bayi Baru Lahir Menurut Rasulullah SAW: Panduan Lengkap bagi Orang Tua Muslim
Apa saja amalan sunnah untuk bayi baru lahir menurut Rasulullah SAW? Simak panduan lengkap mulai dari tahnik, memberi nama, aqiqah, mencukur rambut, hingga doa untuk bayi berdasarkan hadis dan pendapat ulama.
BACA ARTIKEL
Hukum Investasi Sukuk dalam Islam: Apakah Sukuk Benar-Benar Halal?
Bagaimana hukum investasi sukuk dalam Islam? Simak penjelasan tentang sukuk syariah, akad, dalil, fatwa DSN-MUI, riba, serta ketentuan agar investasi sukuk sesuai syariah.
BACA ARTIKEL
Perbedaan Murabahah, Mudharabah, dan Musyarakah dalam Bank Syariah
Apa perbedaan murabahah, mudharabah, dan musyarakah? Simak pengertian, cara kerja, contoh, kelebihan, serta tabel perbandingan ketiga akad utama dalam bank syariah.
BACA ARTIKEL
Investasi dalam Islam: Pengertian, Hukum, dan Jenis Investasi yang Halal
Investasi dalam Islam adalah cara mengembangkan harta sesuai prinsip syariah. Pelajari pengertian, hukum investasi, prinsip, dan jenis investasi halal dalam Islam.
BACA ARTIKEL