Bagikan:

Perbedaan Aqiqah dan Kurban: Pengertian, Hukum, dan Tujuannya
Apa perbedaan aqiqah dan kurban? Simak penjelasan lengkap mengenai pengertian, hukum, tujuan, waktu pelaksanaan, hingga ketentuan hewan menurut syariat Islam.
Aqiqah dan kurban merupakan dua ibadah dalam Islam yang sama-sama melibatkan penyembelihan hewan. Karena memiliki beberapa kemiripan, tidak sedikit umat Islam yang menganggap keduanya sama. Bahkan, ada yang bertanya apakah hewan kurban bisa digunakan untuk aqiqah atau sebaliknya.
Padahal, meskipun sama-sama berupa penyembelihan hewan ternak, aqiqah dan kurban memiliki tujuan, hukum, waktu pelaksanaan, serta ketentuan yang berbeda. Memahami perbedaan keduanya penting agar setiap ibadah dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariat dan tidak tercampur satu sama lain.
Dalam artikel ini akan dibahas secara lengkap mengenai pengertian aqiqah dan kurban, dasar hukumnya, tujuan pelaksanaan, hingga perbedaan keduanya menurut pandangan para ulama.
Pengertian Aqiqah
Aqiqah adalah ibadah berupa penyembelihan kambing atau domba sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak.
Secara bahasa, kata aqiqah berarti rambut yang tumbuh di kepala bayi sejak lahir. Dalam istilah fikih, aqiqah merupakan penyembelihan hewan yang dilakukan pada waktu tertentu, biasanya pada hari ketujuh setelah kelahiran anak, disertai amalan sunnah lainnya seperti mencukur rambut bayi dan memberikan nama yang baik.
Rasulullah SAW bersabda:
"Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama."
(HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Pengertian Kurban
Kurban atau udhiyah adalah ibadah menyembelih hewan ternak pada Hari Raya Iduladha dan hari-hari tasyrik sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
Ibadah kurban dilakukan untuk mengenang keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
"Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah."
(QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat tersebut menjadi salah satu dasar disyariatkannya ibadah kurban.
Persamaan Aqiqah dan Kurban
Sebelum membahas perbedaannya, perlu diketahui bahwa aqiqah dan kurban memiliki beberapa persamaan.
Di antaranya:
- Sama-sama merupakan ibadah penyembelihan hewan.
- Dilaksanakan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
- Menggunakan hewan ternak yang memenuhi syarat syariat.
- Dagingnya dianjurkan untuk dibagikan kepada orang lain.
- Mengandung nilai ibadah sekaligus kepedulian sosial.
Meskipun memiliki persamaan tersebut, terdapat sejumlah perbedaan yang cukup mendasar.
Perbedaan Aqiqah dan Kurban
Berikut beberapa perbedaan utama antara aqiqah dan kurban.
1. Tujuan Pelaksanaan
Bagikan:
Lainnya di Kajian
Lihat kategori
Hukum Investasi Sukuk dalam Islam: Apakah Sukuk Benar-Benar Halal?
Bagaimana hukum investasi sukuk dalam Islam? Simak penjelasan tentang sukuk syariah, akad, dalil, fatwa DSN-MUI, riba, serta ketentuan agar investasi sukuk sesuai syariah.
BACA ARTIKEL
Perbedaan Murabahah, Mudharabah, dan Musyarakah dalam Bank Syariah
Apa perbedaan murabahah, mudharabah, dan musyarakah? Simak pengertian, cara kerja, contoh, kelebihan, serta tabel perbandingan ketiga akad utama dalam bank syariah.
BACA ARTIKEL
Investasi dalam Islam: Pengertian, Hukum, dan Jenis Investasi yang Halal
Investasi dalam Islam adalah cara mengembangkan harta sesuai prinsip syariah. Pelajari pengertian, hukum investasi, prinsip, dan jenis investasi halal dalam Islam.
BACA ARTIKEL
Investasi Reksa Dana Syariah dalam Islam: Hukum, Cara Kerja, Risiko, dan Cara Memilihnya
Investasi reksa dana syariah dalam Islam: pahami hukum, cara kerja, jenis, keuntungan, risiko, dan tips memilih reksa dana syariah yang tepat.
BACA ARTIKEL