
Apa Itu Murabahah? Akad Jual Beli yang Paling Banyak Digunakan Bank Syariah
Apa itu murabahah? Pelajari pengertian murabahah, cara kerja, contoh penerapan di bank syariah, dasar hukum, serta perbedaannya dengan sistem bunga bank.
READ ARTICLEApa perbedaan aqiqah dan kurban? Simak penjelasan lengkap mengenai pengertian, hukum, tujuan, waktu pelaksanaan, hingga ketentuan hewan menurut syariat Islam.

Aqiqah dan kurban merupakan dua ibadah dalam Islam yang sama-sama melibatkan penyembelihan hewan. Karena memiliki beberapa kemiripan, tidak sedikit umat Islam yang menganggap keduanya sama. Bahkan, ada yang bertanya apakah hewan kurban bisa digunakan untuk aqiqah atau sebaliknya.
Padahal, meskipun sama-sama berupa penyembelihan hewan ternak, aqiqah dan kurban memiliki tujuan, hukum, waktu pelaksanaan, serta ketentuan yang berbeda. Memahami perbedaan keduanya penting agar setiap ibadah dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariat dan tidak tercampur satu sama lain.
Dalam artikel ini akan dibahas secara lengkap mengenai pengertian aqiqah dan kurban, dasar hukumnya, tujuan pelaksanaan, hingga perbedaan keduanya menurut pandangan para ulama.
Aqiqah adalah ibadah berupa penyembelihan kambing atau domba sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak.
Secara bahasa, kata aqiqah berarti rambut yang tumbuh di kepala bayi sejak lahir. Dalam istilah fikih, aqiqah merupakan penyembelihan hewan yang dilakukan pada waktu tertentu, biasanya pada hari ketujuh setelah kelahiran anak, disertai amalan sunnah lainnya seperti mencukur rambut bayi dan memberikan nama yang baik.
Rasulullah SAW bersabda:
"Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama."
(HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Kurban atau udhiyah adalah ibadah menyembelih hewan ternak pada Hari Raya Iduladha dan hari-hari tasyrik sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
Ibadah kurban dilakukan untuk mengenang keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
"Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah."
(QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat tersebut menjadi salah satu dasar disyariatkannya ibadah kurban.
Sebelum membahas perbedaannya, perlu diketahui bahwa aqiqah dan kurban memiliki beberapa persamaan.
Di antaranya:
Meskipun memiliki persamaan tersebut, terdapat sejumlah perbedaan yang cukup mendasar.
Berikut beberapa perbedaan utama antara aqiqah dan kurban.
Aqiqah bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak.
Selain itu, aqiqah menjadi salah satu bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW sekaligus mendoakan keberkahan bagi anak.
Kurban bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjalankan syariat yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS.
Ibadah ini juga menjadi simbol ketakwaan, keikhlasan, dan pengorbanan seorang hamba kepada Allah SWT.
Waktu yang paling utama untuk aqiqah adalah hari ketujuh setelah kelahiran anak.
Apabila belum memungkinkan, sebagian ulama membolehkan pelaksanaannya pada hari ke-14, ke-21, atau setelahnya sesuai pendapat yang diikuti.
Kurban hanya dapat dilaksanakan pada waktu tertentu, yaitu:
Di luar waktu tersebut, penyembelihan tidak dihitung sebagai ibadah kurban.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa aqiqah hukumnya sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan bagi orang tua yang mampu.
Mayoritas ulama juga berpendapat bahwa kurban merupakan sunnah muakkadah bagi Muslim yang mampu.
Namun, mazhab Hanafi berpendapat bahwa kurban dapat menjadi wajib bagi orang yang memenuhi syarat tertentu.
Aqiqah disyariatkan karena kelahiran seorang anak.
Kurban disyariatkan karena datangnya Hari Raya Iduladha sebagai bagian dari syiar Islam.
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa aqiqah menggunakan kambing atau domba.
Jumlahnya:
Hewan kurban lebih beragam, yaitu:
Selain itu, sapi, kerbau, dan unta dapat digunakan untuk tujuh orang dalam ibadah kurban sesuai ketentuan syariat.
Aqiqah dilakukan atas nama anak yang baru lahir.
Kurban dilakukan atas nama orang yang berkurban sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Mayoritas ulama menganjurkan agar daging aqiqah dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan fakir miskin.
Daging kurban lebih utama dibagikan dalam keadaan mentah, meskipun boleh juga diolah dalam kondisi tertentu.
Allah SWT berfirman:
"...Makanlah sebagian darinya dan berikanlah kepada orang yang meminta maupun yang tidak meminta."
(QS. Al-Hajj: 36)
Aspek | Aqiqah | Kurban |
|---|---|---|
Tujuan | Syukur atas kelahiran anak | Mendekatkan diri kepada Allah SWT |
Waktu | Hari ketujuh atau setelahnya | 10–13 Zulhijah |
Hukum | Sunnah muakkadah | Sunnah muakkadah (mayoritas ulama) |
Sebab | Kelahiran anak | Hari Raya Iduladha |
Hewan | Kambing atau domba | Kambing, domba, sapi, kerbau, unta |
Sasaran | Anak yang lahir | Orang yang berkurban |
Pembagian Daging | Dianjurkan dimasak | Umumnya dibagikan mentah |
Ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering muncul.
Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai masalah ini.
Sebagian ulama dari mazhab Syafi'i dan Hanbali membolehkan menggabungkan niat aqiqah dan kurban dalam kondisi tertentu, terutama apabila penyembelihan dilakukan pada Hari Raya Iduladha.
Mereka mengqiyaskan hal ini dengan beberapa ibadah lain yang dapat digabungkan niatnya.
Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa aqiqah dan kurban merupakan dua ibadah yang memiliki sebab, tujuan, dan hukum berbeda sehingga masing-masing memerlukan penyembelihan tersendiri.
Pendapat ini juga cukup kuat di kalangan ulama fikih.
Karena termasuk masalah khilafiyah, umat Islam dapat mengikuti pendapat ulama yang dipercaya.
Walaupun berbeda, kedua ibadah ini memiliki hikmah yang sangat besar.
Masih terdapat beberapa kesalahpahaman di masyarakat mengenai aqiqah dan kurban.
Padahal keduanya memiliki sebab dan tujuan yang berbeda.
Misalnya menggunakan sapi untuk aqiqah tanpa memahami adanya perbedaan pendapat ulama mengenai hal tersebut.
Mayoritas ulama menyatakan bahwa aqiqah dan kurban merupakan sunnah muakkadah bagi yang mampu.
Kurban hanya sah pada hari-hari tertentu di bulan Zulhijah, sedangkan aqiqah berkaitan dengan kelahiran anak.
Aqiqah dan kurban merupakan dua ibadah yang sama-sama melibatkan penyembelihan hewan, tetapi memiliki pengertian, hukum, tujuan, waktu pelaksanaan, dan ketentuan yang berbeda. Aqiqah dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang anak, sedangkan kurban merupakan ibadah yang dilakukan pada Hari Raya Iduladha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meneladani Nabi Ibrahim AS.
Memahami perbedaan keduanya akan membantu umat Islam menjalankan setiap ibadah sesuai tuntunan syariat tanpa mencampurkan aturan yang berlaku. Dengan demikian, aqiqah maupun kurban dapat menjadi sarana meningkatkan ketakwaan, mempererat hubungan sosial, dan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.

Apa itu murabahah? Pelajari pengertian murabahah, cara kerja, contoh penerapan di bank syariah, dasar hukum, serta perbedaannya dengan sistem bunga bank.
READ ARTICLE
Apakah aqiqah yang lewat dari hari ketujuh masih sah? Simak penjelasan lengkap berdasarkan hadis, pendapat ulama, dan waktu pelaksanaan aqiqah menurut syariat Islam.
READ ARTICLE
Ketahui jumlah kambing untuk aqiqah anak laki-laki dan perempuan menurut sunnah Rasulullah SAW, lengkap dengan dalil, pendapat ulama, dan ketentuan hewan aqiqah.
READ ARTICLE