Bagikan:

Sukuk Syariah: Pengertian, Cara Kerja, Keuntungan, Risiko, dan Cara Investasinya
4. Investor Menerima Imbal Hasil
Selama masa investasi, investor dapat memperoleh pembayaran imbal hasil sesuai jadwal dan ketentuan produk.
Besarnya imbal hasil bergantung pada jenis dan struktur sukuk.
5. Pengembalian Dana Pokok
Pada saat jatuh tempo, atau sesuai mekanisme produk, investor memperoleh kembali dana pokok berdasarkan ketentuan penerbitan.
Namun, investor tetap harus memperhatikan karakteristik masing-masing jenis sukuk karena tidak semua sukuk memiliki mekanisme yang identik.
Apa Perbedaan Sukuk dan Obligasi?
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah sukuk sama dengan obligasi.
Jawabannya adalah tidak sepenuhnya sama.
Berikut perbedaan umum keduanya:
Aspek | Sukuk Syariah | Obligasi Konvensional |
|---|---|---|
Prinsip | Berdasarkan prinsip syariah | Berdasarkan mekanisme keuangan konvensional |
Dasar akad | Menggunakan akad syariah | Kontrak utang |
Imbal hasil | Sesuai struktur akad, misalnya ujrah atau bagi hasil | Umumnya berupa bunga atau kupon |
Aset dasar | Memiliki underlying asset atau kegiatan yang menjadi dasar struktur sesuai ketentuan | Tidak harus menggunakan struktur aset syariah |
Investasi | Tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah | Tidak menggunakan penyaringan syariah |
Penggunaan dana | Mengikuti ketentuan syariah | Mengikuti ketentuan penerbitan |
Karena itu, investor Muslim yang ingin berinvestasi berdasarkan prinsip syariah perlu memahami struktur instrumennya, bukan hanya melihat tingkat keuntungan yang ditawarkan.
Jenis-Jenis Sukuk Syariah
Sukuk dapat dibedakan berdasarkan penerbit, akad, maupun karakteristik produknya.
1. Sukuk Negara
Sukuk Negara diterbitkan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan negara berdasarkan prinsip syariah.
Di Indonesia, terdapat berbagai jenis Sukuk Negara yang ditujukan untuk investor dengan karakteristik berbeda.
Beberapa produk yang dikenal investor ritel antara lain Sukuk Negara Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST).
2. Sukuk Ritel
Sukuk Ritel ditujukan kepada investor individu atau masyarakat ritel.
Karakteristik setiap seri dapat berbeda, termasuk tenor, tingkat imbalan, minimum pembelian, serta mekanisme perdagangan di pasar sekunder.
Sukuk Ritel juga dapat diperjualbelikan di pasar sekunder sesuai ketentuan seri yang diterbitkan.
3. Sukuk Tabungan
Sukuk Tabungan juga merupakan instrumen investasi syariah yang ditujukan kepada investor individu.
Bagikan:
Lainnya di Kajian
Lihat kategori
Amalan Sunnah untuk Bayi Baru Lahir Menurut Rasulullah SAW: Panduan Lengkap bagi Orang Tua Muslim
Apa saja amalan sunnah untuk bayi baru lahir menurut Rasulullah SAW? Simak panduan lengkap mulai dari tahnik, memberi nama, aqiqah, mencukur rambut, hingga doa untuk bayi berdasarkan hadis dan pendapat ulama.
BACA ARTIKEL
Hukum Investasi Sukuk dalam Islam: Apakah Sukuk Benar-Benar Halal?
Bagaimana hukum investasi sukuk dalam Islam? Simak penjelasan tentang sukuk syariah, akad, dalil, fatwa DSN-MUI, riba, serta ketentuan agar investasi sukuk sesuai syariah.
BACA ARTIKEL
Perbedaan Murabahah, Mudharabah, dan Musyarakah dalam Bank Syariah
Apa perbedaan murabahah, mudharabah, dan musyarakah? Simak pengertian, cara kerja, contoh, kelebihan, serta tabel perbandingan ketiga akad utama dalam bank syariah.
BACA ARTIKEL
Investasi dalam Islam: Pengertian, Hukum, dan Jenis Investasi yang Halal
Investasi dalam Islam adalah cara mengembangkan harta sesuai prinsip syariah. Pelajari pengertian, hukum investasi, prinsip, dan jenis investasi halal dalam Islam.
BACA ARTIKEL