Islamind
AllBeritaIbadahKajianTokohUncategorized
Diposting pada 08 Agu 2026Diedit pada 08 Agu 2026

Bagikan:

Sukuk Syariah: Pengertian, Cara Kerja, Keuntungan, Risiko, dan Cara Investasinya

Sukuk Syariah: Pengertian, Cara Kerja, Keuntungan, Risiko, dan Cara Investasinya

4. Investor Menerima Imbal Hasil

Selama masa investasi, investor dapat memperoleh pembayaran imbal hasil sesuai jadwal dan ketentuan produk.

Besarnya imbal hasil bergantung pada jenis dan struktur sukuk.

5. Pengembalian Dana Pokok

Pada saat jatuh tempo, atau sesuai mekanisme produk, investor memperoleh kembali dana pokok berdasarkan ketentuan penerbitan.

Namun, investor tetap harus memperhatikan karakteristik masing-masing jenis sukuk karena tidak semua sukuk memiliki mekanisme yang identik.

Apa Perbedaan Sukuk dan Obligasi?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah sukuk sama dengan obligasi.

Jawabannya adalah tidak sepenuhnya sama.

Berikut perbedaan umum keduanya:

Aspek

Sukuk Syariah

Obligasi Konvensional

Prinsip

Berdasarkan prinsip syariah

Berdasarkan mekanisme keuangan konvensional

Dasar akad

Menggunakan akad syariah

Kontrak utang

Imbal hasil

Sesuai struktur akad, misalnya ujrah atau bagi hasil

Umumnya berupa bunga atau kupon

Aset dasar

Memiliki underlying asset atau kegiatan yang menjadi dasar struktur sesuai ketentuan

Tidak harus menggunakan struktur aset syariah

Investasi

Tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah

Tidak menggunakan penyaringan syariah

Penggunaan dana

Mengikuti ketentuan syariah

Mengikuti ketentuan penerbitan

Karena itu, investor Muslim yang ingin berinvestasi berdasarkan prinsip syariah perlu memahami struktur instrumennya, bukan hanya melihat tingkat keuntungan yang ditawarkan.

Jenis-Jenis Sukuk Syariah

Sukuk dapat dibedakan berdasarkan penerbit, akad, maupun karakteristik produknya.

1. Sukuk Negara

Sukuk Negara diterbitkan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan negara berdasarkan prinsip syariah.

Di Indonesia, terdapat berbagai jenis Sukuk Negara yang ditujukan untuk investor dengan karakteristik berbeda.

Beberapa produk yang dikenal investor ritel antara lain Sukuk Negara Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST).

2. Sukuk Ritel

Sukuk Ritel ditujukan kepada investor individu atau masyarakat ritel.

Karakteristik setiap seri dapat berbeda, termasuk tenor, tingkat imbalan, minimum pembelian, serta mekanisme perdagangan di pasar sekunder.

Sukuk Ritel juga dapat diperjualbelikan di pasar sekunder sesuai ketentuan seri yang diterbitkan.

3. Sukuk Tabungan

Sukuk Tabungan juga merupakan instrumen investasi syariah yang ditujukan kepada investor individu.

Bagikan:

Lainnya di Kajian

Lihat kategori