Bagikan:

Tahun Baru Islam 1 Muharram: Makna, Sejarah, Amalan, dan Keutamaannya
3. Mengingat Perjuangan Nabi dan Para Sahabat
Tahun Baru Islam juga mengingatkan kita pada perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Hijrah bukan perjalanan yang mudah. Mereka harus meninggalkan kampung halaman, harta, kenyamanan, bahkan menghadapi ancaman dari kaum Quraisy.
Namun semua itu dilakukan demi menjaga iman dan menegakkan agama Allah. Dari peristiwa hijrah, umat Islam belajar tentang kesabaran, keteguhan iman, persaudaraan, strategi, dan keikhlasan dalam berjuang.
4. Menata Tujuan Hidup
Pergantian tahun seharusnya membuat seorang Muslim semakin sadar bahwa usia terus berkurang. Waktu yang telah berlalu tidak dapat kembali. Karena itu, Tahun Baru Islam menjadi momen untuk menata kembali tujuan hidup.
Seorang Muslim tidak hanya hidup untuk mengejar dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal akhirat. Dunia boleh dicari, tetapi jangan sampai melalaikan kewajiban kepada Allah SWT. Harta, pekerjaan, pendidikan, keluarga, dan cita-cita hendaknya diarahkan agar bernilai ibadah.
Keutamaan Bulan Muharram
Bulan Muharram memiliki keutamaan yang besar dalam Islam. Ia termasuk salah satu bulan haram, yaitu bulan-bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Dalam bulan-bulan haram, umat Islam diperintahkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa dan memperbanyak amal kebaikan. Dosa yang dilakukan pada bulan mulia memiliki keseriusan yang besar, sebagaimana amal saleh juga memiliki nilai yang agung di sisi Allah.
Salah satu keutamaan besar bulan Muharram adalah adanya anjuran memperbanyak puasa sunnah. Dalam hadits riwayat Muslim, puasa pada hari Asyura disebut dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu.
Selain itu, terdapat pula riwayat dalam Shahih Bukhari yang menjelaskan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW datang ke Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Mereka mengatakan bahwa hari itu adalah hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa. Maka Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa umat Islam lebih berhak terhadap Nabi Musa, lalu beliau berpuasa dan memerintahkan kaum Muslimin untuk berpuasa pada hari tersebut.
Pada tahun 1448 H, puasa Tasu’a jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026, sedangkan puasa Asyura jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026 berdasarkan kalender Islam global yang memuat jadwal 9 dan 10 Muharram 1448 H.
Amalan yang Dianjurkan pada Tahun Baru Islam dan Bulan Muharram
Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan umat Islam saat memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H dan sepanjang bulan Muharram.
1. Memperbanyak Taubat kepada Allah
Tahun baru Hijriyah adalah waktu yang baik untuk memperbanyak taubat. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Namun sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang mau kembali kepada Allah.
Taubat bukan hanya mengucapkan istighfar, tetapi juga menyesali dosa, meninggalkan perbuatan buruk, bertekad tidak mengulanginya, serta memperbaiki kesalahan jika berkaitan dengan hak orang lain.
Memasuki 1 Muharram, seorang Muslim dapat merenungkan perjalanan hidupnya, lalu memohon ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Taubat yang ikhlas akan membuka pintu rahmat dan keberkahan dalam hidup.
2. Memperbanyak Istighfar dan Dzikir
Dzikir adalah amalan yang ringan di lisan, tetapi besar nilainya di sisi Allah. Pada awal tahun Hijriyah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Dengan berdzikir, hati menjadi lebih tenang. Dzikir juga membantu seorang Muslim mengingat bahwa hidup ini berada dalam pengawasan Allah. Semakin sering seseorang berdzikir, semakin besar peluangnya untuk terhindar dari kelalaian.
3. Membaca dan Merenungi Al-Qur’an
Salah satu cara terbaik mengawali tahun baru Islam adalah dengan kembali dekat kepada Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an bukan hanya mencari pahala dari setiap hurufnya, tetapi juga mengambil petunjuk hidup dari ayat-ayat Allah.
Seorang Muslim dapat membuat target sederhana, misalnya membaca Al-Qur’an setiap hari meskipun hanya beberapa ayat. Lebih baik sedikit tetapi konsisten daripada banyak namun hanya sesekali.
Bagikan:
Lainnya di Kajian
Lihat kategori
Hukum Investasi Sukuk dalam Islam: Apakah Sukuk Benar-Benar Halal?
Bagaimana hukum investasi sukuk dalam Islam? Simak penjelasan tentang sukuk syariah, akad, dalil, fatwa DSN-MUI, riba, serta ketentuan agar investasi sukuk sesuai syariah.
BACA ARTIKEL
Perbedaan Murabahah, Mudharabah, dan Musyarakah dalam Bank Syariah
Apa perbedaan murabahah, mudharabah, dan musyarakah? Simak pengertian, cara kerja, contoh, kelebihan, serta tabel perbandingan ketiga akad utama dalam bank syariah.
BACA ARTIKEL
Investasi dalam Islam: Pengertian, Hukum, dan Jenis Investasi yang Halal
Investasi dalam Islam adalah cara mengembangkan harta sesuai prinsip syariah. Pelajari pengertian, hukum investasi, prinsip, dan jenis investasi halal dalam Islam.
BACA ARTIKEL
Investasi Reksa Dana Syariah dalam Islam: Hukum, Cara Kerja, Risiko, dan Cara Memilihnya
Investasi reksa dana syariah dalam Islam: pahami hukum, cara kerja, jenis, keuntungan, risiko, dan tips memilih reksa dana syariah yang tepat.
BACA ARTIKEL