Umrah merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Meski tidak termasuk rukun Islam seperti haji, umrah menjadi ibadah yang banyak didambakan oleh kaum Muslimin karena memberikan kesempatan untuk mengunjungi Baitullah, melaksanakan tawaf di Ka'bah, serta memperbanyak ibadah di Tanah Suci.
Setiap tahun, jutaan umat Islam dari berbagai negara, termasuk Indonesia, berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah umrah. Namun, masih banyak yang bertanya, apa itu umrah, bagaimana hukumnya, apa saja syarat dan rukunnya, hingga bagaimana tata cara pelaksanaannya sesuai tuntunan syariat.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pengertian umrah, hukum, dalil, syarat, rukun, tata cara, keutamaan, serta perbedaannya dengan ibadah haji.
Apa Itu Umrah?
Secara bahasa, kata umrah (العُمْرَة) berarti berkunjung atau mengunjungi suatu tempat.
Sedangkan menurut istilah syariat, umrah adalah ibadah kepada Allah SWT dengan mengunjungi Baitullah di Makkah untuk melaksanakan ihram, tawaf, sa'i, dan tahallul sesuai ketentuan syariat pada waktu yang tidak dibatasi musim haji.
Berbeda dengan haji yang hanya dapat dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, umrah dapat dilakukan hampir sepanjang tahun, kecuali pada waktu-waktu tertentu yang diatur oleh pemerintah Arab Saudi demi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.
Karena itu, umrah sering disebut sebagai haji kecil, meskipun tata cara dan hukumnya memiliki beberapa perbedaan mendasar.
Dalil Tentang Umrah
Dasar disyariatkannya umrah terdapat dalam Al-Qur'an.
Allah SWT berfirman:
"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah."
(QS. Al-Baqarah: 196)
Ayat ini menunjukkan bahwa umrah merupakan ibadah yang disyariatkan dan hendaknya dilaksanakan dengan penuh keikhlasan semata-mata karena Allah SWT.
Selain itu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Umrah ke umrah berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya, sedangkan haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan ibadah umrah bagi seorang Muslim.
Hukum Umrah
Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hukum umrah.
Pendapat Pertama: Wajib Sekali Seumur Hidup
Mazhab Syafi'i dan Hanbali berpendapat bahwa umrah hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi Muslim yang mampu, sebagaimana haji.
Pendapat ini didasarkan pada ayat Al-Qur'an dan beberapa hadis Nabi ﷺ.
Pendapat Kedua: Sunnah Muakkadah
Mazhab Hanafi dan Maliki berpendapat bahwa umrah hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), bukan wajib.
Meskipun terdapat perbedaan pendapat, seluruh ulama sepakat bahwa umrah merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar.
Di Indonesia, umat Islam umumnya mengikuti pendapat bahwa umrah adalah ibadah yang sangat dianjurkan, sementara kewajiban yang disepakati secara umum adalah haji bagi yang mampu.
Siapa yang Dianjurkan atau Wajib Umrah?
Syarat orang yang dapat menunaikan umrah pada dasarnya sama dengan syarat haji, yaitu:
1. Beragama Islam
Umrah hanya sah dilakukan oleh seorang Muslim.
2. Baligh
Anak-anak boleh melaksanakan umrah, tetapi belum menggugurkan kewajiban menurut pendapat ulama yang mewajibkannya setelah baligh.
3. Berakal
Orang yang tidak memiliki akal sehat tidak dibebani kewajiban ibadah.
4. Mampu (Istitha'ah)
Kemampuan meliputi:
- Memiliki biaya perjalanan.
- Sehat secara fisik.
- Memiliki keamanan selama perjalanan.
- Nafkah keluarga tetap tercukupi selama ditinggalkan.
- Memenuhi persyaratan administrasi dan perjalanan yang berlaku.
Kemampuan menjadi syarat penting agar ibadah tidak memberatkan diri sendiri maupun keluarga.
Rukun Umrah
Rukun umrah adalah amalan yang harus dilaksanakan. Jika salah satunya ditinggalkan, maka umrah tidak sah.
Mayoritas ulama menyebutkan lima rukun umrah.
1. Ihram
Ihram dimulai dengan berniat umrah dari miqat yang telah ditentukan.
Setelah berniat, jamaah memasuki keadaan ihram dan wajib menjaga larangan-larangan ihram hingga tahallul.
2. Tawaf
Jamaah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran dimulai dari Hajar Aswad.
Tawaf dilakukan dengan menjaga kesucian, aurat, dan adab selama beribadah.
3. Sa'i
Sa'i dilakukan dengan berjalan atau berlari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Ibadah ini meneladani perjuangan Siti Hajar ketika mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS.
4. Tahallul
Tahallul dilakukan dengan mencukur atau memotong sebagian rambut sebagai tanda berakhirnya keadaan ihram.
Bagi laki-laki dianjurkan mencukur habis rambut (halq), sedangkan perempuan cukup memotong sebagian kecil ujung rambut.
5. Tertib
Seluruh rukun dilaksanakan sesuai urutan yang telah ditetapkan.
Wajib Umrah
Berbeda dengan haji, pembahasan mengenai wajib umrah lebih ringkas.
Mayoritas ulama menyebutkan dua wajib umrah:
- Ihram dari miqat.
- Menjauhi seluruh larangan ihram.
Jika wajib umrah ditinggalkan, maka jamaah diwajibkan membayar dam sesuai ketentuan fikih.
Tata Cara Umrah Secara Singkat
Berikut urutan pelaksanaan umrah secara umum.
1. Mandi Sunnah dan Bersiap Ihram
Sebelum memasuki miqat, jamaah dianjurkan mandi, memakai wewangian (bagi laki-laki sebelum ihram), memotong kuku bila diperlukan, dan mengenakan pakaian ihram.
2. Berniat Umrah di Miqat
Setelah sampai di miqat, jamaah berniat melaksanakan umrah.
Kemudian memperbanyak bacaan talbiyah.
3. Memasuki Masjidil Haram
Saat pertama kali melihat Ka'bah, jamaah dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir.
4. Tawaf
Melaksanakan tawaf sebanyak tujuh putaran mengelilingi Ka'bah.
5. Salat Sunnah Dua Rakaat
Setelah tawaf, jamaah dianjurkan melaksanakan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim apabila memungkinkan.
6. Minum Air Zamzam
Jamaah dianjurkan meminum air zamzam sambil berdoa kepada Allah SWT.
7. Sa'i
Melaksanakan sa'i antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
8. Tahallul
Mencukur atau memotong rambut sebagai penutup ibadah umrah.
Setelah tahallul, seluruh larangan ihram telah berakhir.
Larangan Saat Ihram
Selama berada dalam keadaan ihram, jamaah wajib menghindari beberapa larangan, di antaranya:
- Memakai wewangian setelah berniat ihram.
- Memotong rambut atau kuku tanpa uzur syar'i.
- Berburu hewan darat.
- Melakukan hubungan suami istri.
- Melamar atau menikah.
- Menutup kepala bagi laki-laki dengan penutup yang melekat.
- Mengenakan pakaian berjahit yang membentuk tubuh bagi laki-laki.
- Menggunakan cadar dan sarung tangan bagi perempuan menurut ketentuan fikih tertentu.
Larangan-larangan ini bertujuan melatih kesederhanaan, kesabaran, dan kepatuhan kepada Allah SWT.
Keutamaan Ibadah Umrah
Umrah memiliki banyak keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi ﷺ.
1. Menghapus Dosa
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Umrah ke umrah berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Menjadi Tamu Allah
Orang yang berhaji dan berumrah disebut sebagai tamu Allah yang memenuhi panggilan-Nya.
3. Mendatangkan Ketenangan Hati
Beribadah di Masjidil Haram memberikan ketenangan spiritual yang sulit didapatkan di tempat lain.
4. Memperbanyak Amal Saleh
Selama berada di Tanah Suci, jamaah memiliki kesempatan memperbanyak salat, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan berdzikir.
Hikmah Umrah
Selain pahala yang besar, umrah juga mengandung banyak hikmah, antara lain:
- Menguatkan keimanan kepada Allah SWT.
- Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan.
- Melatih kesabaran dalam beribadah.
- Mengingat perjuangan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Siti Hajar.
- Menumbuhkan persaudaraan umat Islam tanpa memandang bangsa dan status sosial.
- Membersihkan hati melalui ibadah yang penuh keikhlasan.
Persiapan Sebelum Berangkat Umrah
Agar ibadah berjalan lancar, jamaah sebaiknya mempersiapkan beberapa hal berikut:
- Memperbaiki niat semata-mata karena Allah SWT.
- Mempelajari tata cara umrah sesuai sunnah.
- Mengikuti manasik umrah.
- Menjaga kesehatan dengan pola hidup yang baik.
- Menyiapkan dokumen perjalanan.
- Membawa perlengkapan yang diperlukan secukupnya.
- Memperbanyak doa agar diberikan kemudahan selama perjalanan.
Persiapan ilmu sama pentingnya dengan persiapan fisik dan finansial agar ibadah dapat dilaksanakan dengan benar.
Kesimpulan
Umrah adalah ibadah dengan mengunjungi Baitullah untuk melaksanakan ihram, tawaf, sa'i, dan tahallul sesuai syariat Islam. Ibadah ini dapat dilakukan hampir sepanjang tahun dan memiliki banyak keutamaan, di antaranya menghapus dosa-dosa di antara dua umrah serta menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Memahami pengertian, hukum, syarat, rukun, dan tata cara umrah merupakan bekal penting bagi setiap Muslim yang ingin menunaikan ibadah ini. Dengan persiapan ilmu, fisik, dan niat yang ikhlas, diharapkan ibadah umrah dapat terlaksana dengan baik dan diterima oleh Allah SWT.
FAQ Seputar Umrah
Apakah umrah sama dengan haji?
Tidak. Umrah dan haji memiliki beberapa kesamaan, tetapi berbeda dalam hukum, waktu pelaksanaan, serta rangkaian ibadah. Haji mencakup wukuf di Arafah dan hanya dilakukan pada musim haji, sedangkan umrah dapat dilakukan hampir sepanjang tahun.
Berapa lama pelaksanaan umrah?
Rangkaian ibadah umrah sendiri dapat diselesaikan dalam beberapa jam apabila kondisi memungkinkan. Namun, paket perjalanan umrah dari Indonesia umumnya berlangsung sekitar 9 hingga 12 hari, tergantung penyelenggara dan program yang dipilih.
Apakah umrah wajib?
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Mazhab Syafi'i dan Hanbali mewajibkan umrah sekali seumur hidup bagi yang mampu, sedangkan Mazhab Hanafi dan Maliki memandangnya sebagai sunnah muakkadah.
Apakah wanita boleh umrah tanpa mahram?
Masalah ini termasuk khilafiyah (perbedaan pendapat) di kalangan ulama. Selain itu, aturan perjalanan juga mengikuti ketentuan yang berlaku dari otoritas Arab Saudi dan penyelenggara perjalanan.
Apa perbedaan terbesar antara haji dan umrah?
Perbedaan paling utama adalah bahwa haji memiliki wukuf di Arafah dan hanya dilaksanakan pada waktu tertentu di bulan Dzulhijjah, sedangkan umrah tidak memiliki wukuf dan dapat dilakukan hampir sepanjang tahun.