Bagikan:

Bulan Muharram dalam Islam: Keutamaan, Larangan, dan Amalan Sunnah yang Dianjurkan
Contoh maksiat lisan adalah ghibah, fitnah, dusta, mencela, dan berkata kasar. Contoh maksiat mata adalah melihat hal-hal yang diharamkan. Contoh maksiat hati adalah iri, dengki, sombong, ujub, dan riya.
Pada bulan Muharram, umat Islam hendaknya lebih berhati-hati dalam menjaga semua anggota tubuh dari dosa. Kemuliaan waktu seharusnya membuat seseorang semakin sadar untuk mendekat kepada Allah, bukan semakin lalai.
4. Mengisi Tahun Baru Islam dengan Hura-Hura
Tahun Baru Islam sebaiknya tidak dipahami seperti perayaan tahun baru yang penuh hura-hura dan kelalaian. Islam tidak melarang umatnya merasa gembira atas datangnya tahun baru Hijriyah, tetapi kegembiraan itu harus tetap berada dalam batas yang baik dan tidak melanggar syariat.
Yang lebih utama adalah mengisi awal Muharram dengan muhasabah, doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan tekad memperbaiki diri. Jangan sampai pergantian tahun hanya menjadi acara seremonial tanpa perubahan nyata dalam hidup.
5. Meyakini Amalan Tertentu Tanpa Dasar yang Jelas
Di sebagian masyarakat, terdapat berbagai tradisi menyambut bulan Muharram. Selama tradisi tersebut berisi kebaikan, tidak bertentangan dengan syariat, dan tidak diyakini sebagai kewajiban agama tanpa dalil, maka dapat dinilai sebagai kebiasaan sosial yang baik.
Namun, seorang Muslim perlu berhati-hati agar tidak meyakini suatu amalan tertentu sebagai kewajiban khusus atau memiliki pahala khusus jika tidak ada dalil yang jelas. Amalan yang paling aman adalah amalan yang memiliki dasar umum atau tuntunan dari Rasulullah SAW, seperti puasa sunnah, sedekah, dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak amal saleh.
Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Bulan Muharram adalah kesempatan besar untuk memperbanyak amal saleh. Berikut beberapa amalan yang dianjurkan.
1. Puasa Asyura
Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Ini adalah salah satu amalan paling utama di bulan Muharram.
Puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yaitu diharapkan dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang telah lalu. Karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk tidak melewatkan puasa ini.
Selain keutamaannya sebagai penghapus dosa, puasa Asyura juga mengandung makna syukur. Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura karena hari tersebut berkaitan dengan peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS dari Fir’aun. Dengan berpuasa, umat Islam menunjukkan rasa syukur kepada Allah atas pertolongan-Nya.
2. Puasa Tasu’a
Puasa Tasu’a dilakukan pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini dianjurkan sebagai pendamping puasa Asyura. Dengan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, seorang Muslim mengikuti anjuran untuk menyelisihi kebiasaan umat terdahulu yang hanya berpuasa pada hari Asyura.
Puasa Tasu’a juga menjadi cara untuk menyempurnakan pelaksanaan puasa Asyura. Jika seseorang tidak sempat berpuasa pada tanggal 9 Muharram, sebagian ulama menyebutkan bahwa ia dapat berpuasa pada tanggal 10 dan 11 Muharram.
Namun, pilihan yang paling utama adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
3. Memperbanyak Puasa Sunnah
Selain Tasu’a dan Asyura, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak puasa sunnah pada bulan Muharram. Misalnya puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriyah.
Puasa adalah ibadah yang sangat baik untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri. Dengan berpuasa, seseorang belajar menahan hawa nafsu, menjaga lisan, dan lebih peka terhadap nikmat Allah.
4. Memperbanyak Istighfar
Istighfar adalah permohonan ampun kepada Allah SWT. Bulan Muharram sebagai awal tahun Hijriyah sangat cocok dijadikan waktu untuk memperbanyak istighfar.
Setiap manusia memiliki dosa dan kekurangan. Karena itu, seorang Muslim tidak boleh merasa dirinya suci. Ia harus selalu memohon ampun kepada Allah, baik atas dosa yang disadari maupun tidak disadari.
Bagikan:
Lainnya di Kajian
Lihat kategori
Amalan Sunnah untuk Bayi Baru Lahir Menurut Rasulullah SAW: Panduan Lengkap bagi Orang Tua Muslim
Apa saja amalan sunnah untuk bayi baru lahir menurut Rasulullah SAW? Simak panduan lengkap mulai dari tahnik, memberi nama, aqiqah, mencukur rambut, hingga doa untuk bayi berdasarkan hadis dan pendapat ulama.
BACA ARTIKEL
Hukum Investasi Sukuk dalam Islam: Apakah Sukuk Benar-Benar Halal?
Bagaimana hukum investasi sukuk dalam Islam? Simak penjelasan tentang sukuk syariah, akad, dalil, fatwa DSN-MUI, riba, serta ketentuan agar investasi sukuk sesuai syariah.
BACA ARTIKEL
Perbedaan Murabahah, Mudharabah, dan Musyarakah dalam Bank Syariah
Apa perbedaan murabahah, mudharabah, dan musyarakah? Simak pengertian, cara kerja, contoh, kelebihan, serta tabel perbandingan ketiga akad utama dalam bank syariah.
BACA ARTIKEL
Investasi dalam Islam: Pengertian, Hukum, dan Jenis Investasi yang Halal
Investasi dalam Islam adalah cara mengembangkan harta sesuai prinsip syariah. Pelajari pengertian, hukum investasi, prinsip, dan jenis investasi halal dalam Islam.
BACA ARTIKEL