Islamind
AllBeritaIbadahKajianTokohUncategorized
Diposting pada 08 Jun 2026Diedit pada 08 Jun 2026

Bagikan:

Bulan Muharram dalam Islam: Keutamaan, Larangan, dan Amalan Sunnah yang Dianjurkan

Bulan Muharram dalam Islam: Keutamaan, Larangan, dan Amalan Sunnah yang Dianjurkan

Membiasakan istighfar juga dapat melembutkan hati, menenangkan jiwa, dan membuka pintu kebaikan.

5. Bertaubat dengan Sungguh-Sungguh

Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan dosa. Pada bulan Muharram, seorang Muslim dapat memperbarui taubatnya. Taubat yang benar memiliki beberapa syarat, yaitu menyesali dosa, meninggalkan dosa tersebut, bertekad tidak mengulanginya, dan memperbaiki kesalahan jika berkaitan dengan hak orang lain.

Taubat tidak perlu menunggu tua atau menunggu waktu tertentu. Tetapi datangnya bulan Muharram dapat menjadi pengingat yang kuat bahwa hidup harus terus diperbaiki.

6. Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an adalah amalan yang sangat dianjurkan kapan saja, termasuk pada bulan Muharram. Seorang Muslim dapat menjadikan awal tahun Hijriyah sebagai momen untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an.

Jika belum terbiasa membaca Al-Qur’an setiap hari, mulailah dari sedikit tetapi konsisten. Misalnya membaca beberapa ayat setelah shalat, membaca satu halaman per hari, atau mempelajari terjemah dan tafsirnya.

Yang penting bukan hanya membaca, tetapi juga berusaha memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

7. Memperbanyak Sedekah

Sedekah adalah amalan yang sangat mulia. Pada bulan Muharram, umat Islam dianjurkan memperbanyak sedekah sesuai kemampuan.

Sedekah tidak harus selalu berupa uang dalam jumlah besar. Memberi makan orang yang membutuhkan, membantu tetangga, menyantuni anak yatim, membantu kegiatan dakwah, atau berbagi ilmu yang bermanfaat juga termasuk bentuk sedekah.

Sedekah yang dilakukan dengan ikhlas dapat mendatangkan keberkahan, membersihkan harta, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

8. Menjaga Silaturahmi

Muharram dapat menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga, saudara, tetangga, dan sesama Muslim. Jika ada hubungan yang renggang, cobalah untuk memperbaikinya. Jika pernah menyakiti seseorang, mintalah maaf. Jika ada orang yang membutuhkan bantuan, bantulah sesuai kemampuan.

Silaturahmi merupakan amalan yang sangat ditekankan dalam Islam. Hubungan baik dengan sesama manusia adalah bagian dari akhlak seorang Muslim.

9. Memperbaiki Shalat

Jika ingin menjadikan Muharram sebagai awal perubahan, maka salah satu langkah terbaik adalah memperbaiki shalat. Shalat adalah tiang agama dan menjadi ukuran utama hubungan seorang hamba dengan Allah.

Mulailah dengan menjaga shalat lima waktu tepat waktu. Setelah itu, tingkatkan kualitas shalat dengan berusaha lebih khusyuk, memahami bacaan shalat, dan menambah shalat sunnah secara bertahap.

Perbaikan shalat sering menjadi pintu bagi perbaikan hidup secara keseluruhan.

10. Membuat Resolusi Ibadah

Awal Muharram adalah waktu yang tepat untuk membuat resolusi ibadah. Resolusi ini berbeda dari sekadar target duniawi. Resolusi ibadah bertujuan mendekatkan diri kepada Allah.

Contohnya:

  • Menjaga shalat lima waktu tepat waktu.
  • Membaca Al-Qur’an setiap hari.
  • Mengurangi ghibah dan berkata kasar.
  • Memperbanyak sedekah.
  • Mengikuti kajian Islam secara rutin.
  • Memperbaiki akhlak kepada orang tua dan keluarga.
  • Menjaga pandangan dan lisan.
  • Membiasakan puasa sunnah.

Resolusi sebaiknya dibuat sederhana dan realistis. Lebih baik sedikit tetapi konsisten daripada banyak tetapi hanya dilakukan sesaat.

Bagikan:

Lainnya di Kajian

Lihat kategori