Bagikan:

Bulan Muharram dalam Islam: Keutamaan, Larangan, dan Amalan Sunnah yang Dianjurkan
Hikmah Bulan Muharram
Bulan Muharram mengandung banyak hikmah bagi kehidupan seorang Muslim. Pertama, Muharram mengajarkan pentingnya menghargai waktu. Waktu adalah nikmat besar yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Kedua, Muharram mengajarkan pentingnya hijrah. Setiap Muslim harus terus berusaha menjadi lebih baik. Hijrah tidak selalu dimulai dari hal besar. Ia bisa dimulai dari memperbaiki shalat, menjaga lisan, mengurangi maksiat, dan memperbanyak amal saleh.
Ketiga, Muharram mengajarkan rasa syukur. Melalui puasa Asyura, umat Islam diingatkan pada pertolongan Allah kepada Nabi Musa AS dan Bani Israil. Ini menunjukkan bahwa Allah selalu menolong hamba-Nya yang beriman.
Keempat, Muharram mengajarkan pengendalian diri. Karena termasuk bulan haram, umat Islam dilatih untuk lebih berhati-hati dari dosa dan kezaliman.
Kelima, Muharram menjadi kesempatan untuk memperbarui hubungan dengan Allah. Setelah melewati satu tahun, seorang Muslim perlu kembali bertanya kepada dirinya sendiri: apakah ia semakin dekat kepada Allah atau justru semakin jauh?
Cara Menyambut Bulan Muharram dengan Benar
Menyambut bulan Muharram sebaiknya dilakukan dengan cara yang sesuai dengan ajaran Islam. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:
Pertama, niatkan untuk memperbaiki diri. Jangan biarkan Muharram berlalu tanpa perubahan. Mulailah dari satu kebiasaan baik yang bisa dilakukan secara konsisten.
Kedua, isi waktu dengan ibadah. Perbanyak puasa sunnah, dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, dan sedekah.
Ketiga, jauhi maksiat. Jagalah lisan, pandangan, hati, dan perbuatan dari hal-hal yang dilarang Allah.
Keempat, ajak keluarga untuk mengenal keutamaan Muharram. Orang tua dapat mengajarkan anak-anak tentang Tahun Baru Islam, hijrah Nabi, puasa Asyura, dan pentingnya berbuat baik.
Kelima, jangan berlebihan dalam tradisi. Jika ada tradisi di masyarakat, pastikan tidak bertentangan dengan syariat dan tidak diyakini sebagai kewajiban agama tanpa dalil.
Pertanyaan Umum tentang Bulan Muharram
Apakah Bulan Muharram Bulan Sial?
Tidak. Dalam Islam, Muharram bukan bulan sial. Justru Muharram adalah bulan mulia yang dimuliakan oleh Allah SWT. Keyakinan bahwa Muharram adalah bulan sial tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Seorang Muslim tidak boleh percaya kepada kesialan waktu tertentu. Semua waktu adalah milik Allah, dan Muharram termasuk waktu yang memiliki keutamaan besar.
Apakah Boleh Menikah di Bulan Muharram?
Pada dasarnya, menikah di bulan Muharram boleh. Tidak ada larangan umum dalam Islam yang menyatakan bahwa pernikahan tidak boleh dilakukan pada bulan Muharram.
Jika ada anggapan bahwa menikah di bulan Muharram akan membawa kesialan, maka keyakinan tersebut perlu diluruskan. Islam tidak mengajarkan kepercayaan kepada hari atau bulan sial.
Apakah Wajib Berpuasa pada Hari Asyura?
Puasa Asyura hukumnya sunnah, bukan wajib. Namun, puasa ini sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan besar. Seorang Muslim yang mampu sebaiknya berusaha melaksanakannya.
Lebih Utama Puasa Tasu’a dan Asyura atau Asyura Saja?
Yang lebih utama adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, yaitu puasa Tasu’a dan Asyura. Namun, jika seseorang hanya mampu berpuasa pada tanggal 10 Muharram, maka tetap boleh dan tetap mendapatkan keutamaan puasa Asyura.
Bagikan:
Lainnya di Kajian
Lihat kategori
Amalan Sunnah untuk Bayi Baru Lahir Menurut Rasulullah SAW: Panduan Lengkap bagi Orang Tua Muslim
Apa saja amalan sunnah untuk bayi baru lahir menurut Rasulullah SAW? Simak panduan lengkap mulai dari tahnik, memberi nama, aqiqah, mencukur rambut, hingga doa untuk bayi berdasarkan hadis dan pendapat ulama.
BACA ARTIKEL
Hukum Investasi Sukuk dalam Islam: Apakah Sukuk Benar-Benar Halal?
Bagaimana hukum investasi sukuk dalam Islam? Simak penjelasan tentang sukuk syariah, akad, dalil, fatwa DSN-MUI, riba, serta ketentuan agar investasi sukuk sesuai syariah.
BACA ARTIKEL
Perbedaan Murabahah, Mudharabah, dan Musyarakah dalam Bank Syariah
Apa perbedaan murabahah, mudharabah, dan musyarakah? Simak pengertian, cara kerja, contoh, kelebihan, serta tabel perbandingan ketiga akad utama dalam bank syariah.
BACA ARTIKEL
Investasi dalam Islam: Pengertian, Hukum, dan Jenis Investasi yang Halal
Investasi dalam Islam adalah cara mengembangkan harta sesuai prinsip syariah. Pelajari pengertian, hukum investasi, prinsip, dan jenis investasi halal dalam Islam.
BACA ARTIKEL