Islamind
ADAdmin24 Jul 20261 views

Share:

Cara Menyambut Kelahiran Bayi Menurut Islam: Sunnah yang Perlu Diketahui Orang Tua

Ibadah

Bagaimana cara menyambut kelahiran bayi menurut Islam? Simak panduan lengkap sunnah setelah bayi lahir, mulai dari mengadzani bayi, tahnik, memberi nama, aqiqah, hingga mencukur rambut bayi beserta dalil dan hikmahnya.

Cara Menyambut Kelahiran Bayi Menurut Islam: Sunnah yang Perlu Diketahui Orang Tua

Kelahiran seorang anak merupakan nikmat sekaligus amanah besar dari Allah SWT. Bagi setiap keluarga muslim, hadirnya buah hati bukan hanya menjadi momen penuh kebahagiaan, tetapi juga awal dari tanggung jawab besar dalam mendidik generasi yang beriman dan berakhlak mulia.

Islam telah memberikan tuntunan yang jelas mengenai cara menyambut kelahiran bayi menurut Islam. Mulai dari memperbanyak rasa syukur, mendoakan bayi, memberikan nama yang baik, hingga melaksanakan aqiqah. Seluruh amalan tersebut bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki hikmah yang mendalam bagi kehidupan anak maupun orang tuanya.

Artikel ini akan membahas berbagai sunnah setelah bayi lahir berdasarkan Al-Qur'an, hadis, dan penjelasan para ulama agar dapat menjadi panduan bagi Ayah dan Bunda dalam menyambut buah hati sesuai syariat.

Kelahiran Anak adalah Nikmat yang Wajib Disyukuri

Allah SWT menganugerahkan anak sebagai salah satu rezeki terbesar bagi manusia. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa harta dan anak merupakan perhiasan kehidupan dunia.

Karena itu, ketika seorang anak lahir, seorang muslim dianjurkan memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT. Bentuk syukur tersebut tidak hanya melalui ucapan Alhamdulillah, tetapi juga diwujudkan dengan menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ dalam menyambut kelahiran bayi.

Sunnah Menyambut Kelahiran Bayi Menurut Islam

Berikut beberapa amalan sunnah yang dianjurkan ketika bayi lahir.

1. Bersyukur kepada Allah SWT

Hal pertama yang dilakukan adalah memuji Allah atas nikmat yang telah diberikan.

Rasa syukur dapat diwujudkan dengan:

Syukur menjadi bentuk pengakuan bahwa segala nikmat berasal dari Allah SWT.

2. Mendoakan Bayi yang Baru Lahir

Ketika mendengar kabar kelahiran bayi, seorang muslim dianjurkan mendoakan kedua orang tua dan sang bayi.

Doa yang masyhur adalah:

Arab

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

Latin

Barakallahu laka fil mauhubi laka, wa syakartal wahiba, wa balagha asyuddahu, wa ruziqta birrahu.

Artinya

"Semoga Allah memberkahimu atas anak yang dianugerahkan kepadamu, menjadikanmu pandai bersyukur kepada Sang Pemberi, semoga anak tersebut mencapai usia dewasa, dan semoga engkau dikaruniai baktinya."

Doa ini mengandung harapan agar anak tumbuh sehat, dewasa, dan menjadi penyejuk hati orang tua.

3. Mengumandangkan Azan dan Iqamah

Sebagian ulama menganjurkan mengumandangkan azan di telinga kanan bayi dan iqamah di telinga kirinya berdasarkan beberapa riwayat hadis.

Hikmah dari amalan ini adalah agar kalimat pertama yang didengar bayi adalah kalimat tauhid dan pengagungan kepada Allah SWT.

Namun, perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai tingkat kesahihan hadis-hadis yang menjadi dasar amalan ini. Karena itu, mengumandangkan azan pada bayi dipandang oleh banyak ulama sebagai amalan yang boleh dilakukan, tetapi tidak boleh dianggap sebagai kewajiban.

4. Melakukan Tahnik

Tahnik merupakan sunnah yang dilakukan dengan mengunyahkan kurma hingga lembut, kemudian mengoleskannya ke langit-langit mulut bayi.

Rasulullah ﷺ pernah melakukan tahnik kepada beberapa bayi yang dibawa oleh para sahabat.

Hikmah Tahnik

Jika tidak ada kurma, sebagian ulama membolehkan menggunakan makanan manis yang halal sesuai kondisi.

5. Memberikan Nama yang Baik

Nama merupakan doa yang akan melekat sepanjang hidup seseorang.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa manusia akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama mereka, sehingga beliau menganjurkan umat Islam untuk memberikan nama yang baik.

Beberapa nama yang dianjurkan antara lain:

Untuk Laki-laki

Untuk Perempuan

Pilihlah nama yang memiliki makna positif serta tidak bertentangan dengan syariat.

6. Melaksanakan Aqiqah

Aqiqah merupakan salah satu sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan.

Pelaksanaannya umumnya dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi.

Jumlah hewan aqiqah adalah:

Apabila belum mampu pada hari ketujuh, sebagian ulama membolehkan pelaksanaannya pada hari ke-14, ke-21, atau ketika telah memiliki kemampuan.

7. Mencukur Rambut Bayi

Setelah aqiqah, disunnahkan mencukur rambut bayi hingga bersih.

Kemudian orang tua dianjurkan bersedekah senilai berat rambut bayi yang telah dicukur dalam bentuk perak atau nilai uang yang setara menurut kemampuan.

Hikmah Mencukur Rambut

8. Mendoakan Masa Depan Anak

Selain menjalankan sunnah-sunnah di atas, orang tua dianjurkan terus mendoakan anak agar menjadi pribadi yang saleh.

Salah satu doa dalam Al-Qur'an adalah:

Arab

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Latin

Rabbi hab li minas shalihin.

Artinya

"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang termasuk orang-orang saleh."
(QS. Ash-Shaffat: 100)

Doa ini dapat dibaca sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh dewasa.

Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Menyambut Kelahiran Bayi

Selain menjalankan sunnah, orang tua juga perlu menghindari beberapa kebiasaan yang tidak memiliki dasar dalam syariat atau bertentangan dengan ajaran Islam.

Di antaranya:

Islam mengajarkan agar setiap bentuk syukur dilakukan dengan cara yang benar sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

Peran Orang Tua Setelah Bayi Lahir

Menyambut kelahiran bayi tidak berhenti pada pelaksanaan sunnah di hari-hari pertama. Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak hingga dewasa.

Beberapa kewajiban utama orang tua antara lain:

Anak merupakan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Hikmah Menjalankan Sunnah Kelahiran

Menjalankan sunnah setelah kelahiran bayi memiliki banyak hikmah, di antaranya:

Dengan menghidupkan sunnah, keluarga muslim tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga membangun fondasi spiritual yang kuat bagi anak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Kapan waktu terbaik melaksanakan aqiqah?

Aqiqah paling utama dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Namun, jika belum mampu, sebagian ulama membolehkan pelaksanaannya pada hari ke-14, ke-21, atau ketika orang tua memiliki kemampuan.

Apakah mengadzani bayi wajib?

Tidak. Mengumandangkan azan di telinga bayi dipandang sebagai amalan sunnah atau anjuran oleh banyak ulama, bukan kewajiban. Terdapat perbedaan pendapat mengenai kekuatan hadis yang menjadi dasarnya.

Apakah tahnik harus dilakukan oleh seorang ustaz?

Tidak harus. Tahnik dapat dilakukan oleh orang tua atau muslim yang saleh dan memahami tata caranya dengan baik.

Apakah bayi harus langsung diberi nama?

Mayoritas ulama membolehkan pemberian nama pada hari kelahiran atau pada hari ketujuh bersamaan dengan pelaksanaan aqiqah. Keduanya memiliki dasar dalam hadis.

Penutup

Kelahiran seorang anak merupakan awal dari perjalanan panjang dalam membangun keluarga muslim yang penuh keberkahan. Islam telah mengajarkan berbagai sunnah untuk menyambut bayi, mulai dari memperbanyak syukur, mendoakan, memberikan nama yang baik, melakukan tahnik, melaksanakan aqiqah, hingga mencukur rambut bayi.

Melaksanakan sunnah-sunnah tersebut bukan sekadar mengikuti tradisi, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan Rasulullah ﷺ. Dengan mengamalkannya, orang tua tidak hanya menyambut kelahiran buah hati dengan penuh kebahagiaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam sejak hari-hari pertama kehidupan anak.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kepada setiap keluarga yang dikaruniai buah hati, menjadikan anak-anak kita sebagai generasi yang saleh dan salehah, berilmu, berakhlak mulia, serta menjadi penyejuk hati bagi orang tua di dunia dan akhirat.

Share:

More in Ibadah

View category