Islamind
AllBeritaIbadahKajianTokohUncategorized
Diposting pada 24 Jul 2026Diedit pada 24 Jul 2026

Bagikan:

Cara Menyambut Kelahiran Bayi Menurut Islam: Sunnah yang Perlu Diketahui Orang Tua

Cara Menyambut Kelahiran Bayi Menurut Islam: Sunnah yang Perlu Diketahui Orang Tua

Anak merupakan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Hikmah Menjalankan Sunnah Kelahiran

Menjalankan sunnah setelah kelahiran bayi memiliki banyak hikmah, di antaranya:

  • Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT.
  • Menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ.
  • Mempererat hubungan keluarga dan masyarakat.
  • Menjadi doa terbaik bagi masa depan anak.
  • Mengajarkan nilai kepedulian melalui aqiqah dan sedekah.
  • Menanamkan identitas Islam sejak awal kehidupan.

Dengan menghidupkan sunnah, keluarga muslim tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga membangun fondasi spiritual yang kuat bagi anak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Kapan waktu terbaik melaksanakan aqiqah?

Aqiqah paling utama dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Namun, jika belum mampu, sebagian ulama membolehkan pelaksanaannya pada hari ke-14, ke-21, atau ketika orang tua memiliki kemampuan.

Apakah mengadzani bayi wajib?

Tidak. Mengumandangkan azan di telinga bayi dipandang sebagai amalan sunnah atau anjuran oleh banyak ulama, bukan kewajiban. Terdapat perbedaan pendapat mengenai kekuatan hadis yang menjadi dasarnya.

Apakah tahnik harus dilakukan oleh seorang ustaz?

Tidak harus. Tahnik dapat dilakukan oleh orang tua atau muslim yang saleh dan memahami tata caranya dengan baik.

Apakah bayi harus langsung diberi nama?

Mayoritas ulama membolehkan pemberian nama pada hari kelahiran atau pada hari ketujuh bersamaan dengan pelaksanaan aqiqah. Keduanya memiliki dasar dalam hadis.

Penutup

Kelahiran seorang anak merupakan awal dari perjalanan panjang dalam membangun keluarga muslim yang penuh keberkahan. Islam telah mengajarkan berbagai sunnah untuk menyambut bayi, mulai dari memperbanyak syukur, mendoakan, memberikan nama yang baik, melakukan tahnik, melaksanakan aqiqah, hingga mencukur rambut bayi.

Melaksanakan sunnah-sunnah tersebut bukan sekadar mengikuti tradisi, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan Rasulullah ﷺ. Dengan mengamalkannya, orang tua tidak hanya menyambut kelahiran buah hati dengan penuh kebahagiaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam sejak hari-hari pertama kehidupan anak.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kepada setiap keluarga yang dikaruniai buah hati, menjadikan anak-anak kita sebagai generasi yang saleh dan salehah, berilmu, berakhlak mulia, serta menjadi penyejuk hati bagi orang tua di dunia dan akhirat.

Bagikan:

Lainnya di Ibadah

Lihat kategori