Bagikan:

Kisah Hijrah Nabi Muhammad SAW
Kisah hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah menjadi dasar makna Tahun Baru Hijriyah. Simak sejarah, hikmah, dan pelajaran penting hijrah bagi umat Islam.
Tahun Baru Hijriyah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Islam. Setiap memasuki bulan Muharram, umat Islam diingatkan pada salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
Peristiwa hijrah memiliki kedudukan sangat penting. Bahkan, ketika umat Islam pada masa Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu menetapkan sistem kalender Islam, peristiwa hijrah dipilih sebagai awal perhitungan tahun Hijriyah. Hal ini menunjukkan bahwa hijrah bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga simbol perubahan besar dalam perjalanan dakwah Islam.
Dalam artikel-artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang Tahun Baru Islam 1 Muharram, doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah, keutamaan bulan Muharram, serta puasa Tasu’a dan Asyura. Semua pembahasan tersebut memiliki hubungan erat dengan semangat hijrah. Tahun Baru Hijriyah seharusnya menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan meninggalkan kebiasaan buruk.
Artikel ini akan membahas kisah hijrah Nabi Muhammad SAW, latar belakangnya, peristiwa penting selama perjalanan hijrah, serta pelajaran berharga yang dapat diterapkan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Hijrah?
Secara bahasa, hijrah berarti berpindah atau meninggalkan sesuatu. Dalam sejarah Islam, hijrah merujuk pada perpindahan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dari Makkah ke Madinah untuk menyelamatkan iman, membangun masyarakat Islam, dan melanjutkan dakwah dalam lingkungan yang lebih kondusif.
Namun, makna hijrah tidak hanya terbatas pada perpindahan tempat. Dalam kehidupan seorang Muslim, hijrah juga berarti meninggalkan keburukan menuju kebaikan, meninggalkan maksiat menuju ketaatan, dan meninggalkan kehidupan yang lalai menuju kehidupan yang lebih dekat kepada Allah SWT.
Karena itu, ketika umat Islam memperingati Tahun Baru Hijriyah, yang paling penting bukan hanya mengingat tanggalnya, tetapi memahami pesan besar di balik hijrah. Tahun Baru Islam menjadi pengingat bahwa setiap Muslim harus terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Latar Belakang Hijrah Nabi Muhammad SAW
Sebelum hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad SAW berdakwah di Makkah selama kurang lebih 13 tahun. Pada masa itu, beliau mengajak masyarakat untuk menyembah Allah SWT, meninggalkan penyembahan berhala, memperbaiki akhlak, membela kaum lemah, dan hidup dalam keadilan.
Namun, dakwah Nabi Muhammad SAW mendapat penolakan keras dari kaum Quraisy. Mereka merasa ajaran Islam mengancam kedudukan sosial, ekonomi, dan tradisi jahiliyah yang telah lama mereka pertahankan. Akibatnya, Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya mengalami berbagai bentuk tekanan.
Kaum Muslimin mengalami hinaan, boikot, penyiksaan, pengucilan, bahkan ancaman pembunuhan. Sebagian sahabat yang lemah secara sosial menjadi korban kekejaman kaum Quraisy. Di tengah kondisi berat itu, Rasulullah SAW tetap sabar dan terus menyampaikan kebenaran.
Sebelum hijrah ke Madinah, sebagian kaum Muslimin juga pernah diperintahkan hijrah ke Habasyah. Di sana, mereka mendapatkan perlindungan dari Raja Najasyi yang dikenal adil. Namun, hijrah besar yang menjadi titik balik sejarah Islam adalah hijrah ke Yatsrib, kota yang kemudian dikenal sebagai Madinah.
Awal Mula Dukungan dari Penduduk Madinah
Sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah, beberapa penduduk Yatsrib telah mengenal Islam melalui dakwah Rasulullah SAW. Mereka datang ke Makkah pada musim haji dan bertemu dengan Nabi. Setelah mendengar ajaran Islam, sebagian dari mereka menerima dakwah tersebut.
Penduduk Yatsrib yang masuk Islam kemudian berjanji untuk membela Rasulullah SAW dan mendukung dakwah Islam. Perjanjian ini dikenal dengan Bai’at Aqabah. Dari sinilah jalan hijrah ke Madinah mulai terbuka.
Madinah menjadi tempat yang lebih siap menerima Islam. Di kota itu, terdapat suku Aus dan Khazraj yang sebelumnya sering berkonflik. Islam kemudian datang membawa persaudaraan, perdamaian, dan tatanan hidup yang lebih baik.
Setelah mendapat izin dari Allah SWT, Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk berhijrah ke Madinah secara bertahap. Banyak sahabat meninggalkan rumah, harta, dan keluarga demi menjaga iman mereka. Pengorbanan ini menunjukkan bahwa iman lebih berharga daripada dunia.
Rencana Kaum Quraisy untuk Membunuh Nabi
Ketika kaum Quraisy mengetahui bahwa semakin banyak umat Islam hijrah ke Madinah, mereka semakin khawatir. Mereka takut Islam akan tumbuh lebih kuat di kota baru tersebut. Akhirnya, para pemimpin Quraisy berkumpul untuk merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Mereka menyusun rencana agar beberapa pemuda dari berbagai kabilah menyerang Nabi secara bersama-sama. Dengan cara itu, mereka berharap keluarga Nabi tidak dapat menuntut balas kepada satu kabilah tertentu.
Namun, Allah SWT melindungi Rasul-Nya. Nabi Muhammad SAW diberitahu tentang rencana tersebut dan diperintahkan untuk hijrah. Pada malam itu, Rasulullah SAW meminta Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu untuk tidur di tempat tidur beliau. Ali menerima tugas tersebut dengan penuh keberanian.
Peristiwa ini menunjukkan keberanian dan pengorbanan Ali bin Abi Thalib. Ia mengetahui adanya bahaya besar, tetapi tetap menjalankan amanah Rasulullah SAW. Sementara itu, Nabi Muhammad SAW keluar dari rumahnya dengan perlindungan Allah.
Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad SAW
Bagikan:
Lainnya di Tokoh
Lihat kategori
Nabi Muhammad SAW: Biografi Singkat, Perjalanan Dakwah, dan Keteladanan Rasulullah
Biografi Nabi Muhammad SAW lengkap mulai dari kelahiran, perjalanan dakwah, perjuangan menyebarkan Islam, hingga keteladanan Rasulullah bagi umat Muslim.
BACA ARTIKEL
Investasi Ala Rasulullah: Strategi Finansial Berkah dan Sukses Dunia Akhirat
Ingin bebas finansial dengan berkah? Simak panduan lengkap investasi ala Rasulullah SAW. Pelajari strategi bisnis Nabi, diversifikasi aset syariah, dan tips mengelola keuangan yang halal serta menguntungkan di era modern.
BACA ARTIKEL
Kisah Nabi Adam AS: Manusia Pertama, Penciptaan, dan Pelajaran Hidup
Kisah Nabi Adam AS sebagai manusia pertama dalam Islam. Pelajari sejarah penciptaan Nabi Adam, kehidupan di surga, kisah Hawa, godaan Iblis, turunnya ke bumi, dan pelajaran berharga bagi umat manusia.
BACA ARTIKEL
Kyai Haji Ahmad Dahlan: Pendiri Muhammadiyah dan Tokoh Pembaru Islam di Indonesia
Biografi Kyai Haji Ahmad Dahlan lengkap mulai dari perjalanan hidup, pendidikan, perjuangan dakwah, pendirian Muhammadiyah, hingga jasa beliau bagi Islam di Indonesia.
BACA ARTIKEL