Bagikan:

KPR Syariah: Cara Kerja, Simulasi Cicilan, serta Perbedaannya dengan KPR Konvensional
Rp720.000.000
Maka cicilan per bulan adalah sekitar:
Rp720.000.000 ÷ 180 bulan = Rp4.000.000 per bulan
Besaran tersebut tidak berubah selama masa akad apabila menggunakan skema cicilan tetap.
Perlu diketahui bahwa simulasi di atas hanya merupakan ilustrasi sederhana. Besaran margin, uang muka, biaya administrasi, dan tenor dapat berbeda pada setiap bank syariah.
Kelebihan KPR Syariah
Mengapa banyak masyarakat mulai beralih ke KPR syariah?
Berikut beberapa kelebihannya.
Bebas dari Sistem Bunga
KPR syariah menggunakan akad jual beli atau kerja sama sehingga tidak menerapkan bunga sebagaimana KPR konvensional.
Cicilan Lebih Pasti
Pada banyak produk, cicilan tetap selama masa pembiayaan sehingga memudahkan pengelolaan keuangan keluarga.
Sesuai Prinsip Syariah
Seluruh transaksi diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah sehingga diharapkan sesuai dengan ketentuan Islam.
Transparansi Harga
Harga jual rumah beserta margin keuntungan telah diketahui sejak awal.
Tidak ada perubahan akibat fluktuasi suku bunga.
Memberikan Ketenangan Batin
Bagi sebagian umat Muslim, memilih pembiayaan yang sesuai syariat memberikan rasa tenang karena diyakini terhindar dari praktik yang dilarang dalam Islam.
Kekurangan KPR Syariah
Selain memiliki kelebihan, KPR syariah juga mempunyai beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
- Pilihan produk belum sebanyak KPR konvensional.
- Persyaratan dapat berbeda pada setiap bank.
- Beberapa produk masih mensyaratkan uang muka yang relatif besar.
- Pelunasan dipercepat belum tentu memberikan potongan margin, tergantung kebijakan bank dan isi akad.
Karena itu, calon nasabah sebaiknya mempelajari akad dan ketentuan pembiayaan sebelum menandatangani perjanjian.
Perbedaan KPR Syariah dan KPR Konvensional
Bagikan:
Lainnya di Kajian
Lihat kategori
Amalan Sunnah untuk Bayi Baru Lahir Menurut Rasulullah SAW: Panduan Lengkap bagi Orang Tua Muslim
Apa saja amalan sunnah untuk bayi baru lahir menurut Rasulullah SAW? Simak panduan lengkap mulai dari tahnik, memberi nama, aqiqah, mencukur rambut, hingga doa untuk bayi berdasarkan hadis dan pendapat ulama.
BACA ARTIKEL
Hukum Investasi Sukuk dalam Islam: Apakah Sukuk Benar-Benar Halal?
Bagaimana hukum investasi sukuk dalam Islam? Simak penjelasan tentang sukuk syariah, akad, dalil, fatwa DSN-MUI, riba, serta ketentuan agar investasi sukuk sesuai syariah.
BACA ARTIKEL
Perbedaan Murabahah, Mudharabah, dan Musyarakah dalam Bank Syariah
Apa perbedaan murabahah, mudharabah, dan musyarakah? Simak pengertian, cara kerja, contoh, kelebihan, serta tabel perbandingan ketiga akad utama dalam bank syariah.
BACA ARTIKEL
Investasi dalam Islam: Pengertian, Hukum, dan Jenis Investasi yang Halal
Investasi dalam Islam adalah cara mengembangkan harta sesuai prinsip syariah. Pelajari pengertian, hukum investasi, prinsip, dan jenis investasi halal dalam Islam.
BACA ARTIKEL