Bagikan:

Naskah Khutbah Jumat: Menyambut Bulan Muharram dengan Muhasabah dan Semangat Hijrah
Contoh naskah khutbah Jumat tema bulan Muharram lengkap dengan khutbah pertama dan kedua. Membahas keutamaan Muharram, muhasabah, hijrah, dan amalan sunnah.
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الشُّهُوْرَ وَالْأَيَّامَ مَوَاقِيْتَ لِلنَّاسِ، وَجَعَلَ فِيْهَا مَوَاسِمَ لِلطَّاعَاتِ وَالْقُرُبَاتِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa. Takwa berarti menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain, baik saat lapang maupun sempit, baik saat mudah maupun sulit.
Hari demi hari terus berlalu. Bulan demi bulan berganti. Tahun demi tahun datang dan pergi. Semua itu mengingatkan kita bahwa umur manusia semakin berkurang. Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Karena itu, seorang Muslim seharusnya menjadikan pergantian waktu sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan mendekat kepada Allah SWT.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Saat ini kita berada dalam suasana bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Muharram bukan bulan biasa. Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram, yaitu bulan-bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Artinya:
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu.”
(QS. At-Taubah: 36)
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa dalam satu tahun ada bulan-bulan yang Allah muliakan. Di antaranya adalah bulan Muharram. Maka, ketika Allah memuliakan suatu waktu, hendaknya kita juga memuliakannya dengan memperbanyak ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Larangan “janganlah kamu menzalimi dirimu” dalam ayat tersebut memiliki makna yang sangat dalam. Berbuat dosa pada dasarnya dilarang di setiap waktu. Namun pada bulan-bulan haram, termasuk Muharram, seorang Muslim diperintahkan untuk lebih berhati-hati. Jangan sampai bulan yang mulia ini justru kita isi dengan kelalaian, maksiat, permusuhan, ghibah, fitnah, kedengkian, dan perbuatan zalim kepada sesama.
Zalim kepada diri sendiri bisa berupa meninggalkan shalat, menunda taubat, malas beribadah, membiarkan hati jauh dari Allah, atau terus-menerus melakukan dosa tanpa penyesalan. Zalim kepada orang lain bisa berupa menyakiti hati, mengambil hak orang lain, berkata kasar, menipu, memfitnah, dan merusak hubungan persaudaraan.
Maka, datangnya bulan Muharram adalah pengingat agar kita memperbaiki diri. Jangan hanya melihat Muharram sebagai pergantian tahun Hijriyah. Jangan hanya menjadikannya sebagai seremoni tahunan. Lebih dari itu, Muharram adalah momentum untuk muhasabah.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Muhasabah berarti mengevaluasi diri. Kita perlu bertanya kepada diri sendiri: bagaimana keadaan shalat kita selama ini? Apakah sudah tepat waktu? Bagaimana hubungan kita dengan Al-Qur’an? Apakah kita membacanya setiap hari atau hanya sesekali? Bagaimana akhlak kita kepada orang tua, pasangan, anak, tetangga, dan saudara? Apakah lisan kita lebih banyak berdzikir atau lebih banyak menyakiti orang lain?
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini penting. Sebab seorang Muslim yang baik adalah orang yang selalu berusaha memperbaiki dirinya. Ia tidak merasa dirinya sempurna. Ia sadar bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk bertaubat dan menjadi lebih baik.
Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa amal yang dicintai Allah bukan hanya amal yang besar, tetapi amal yang dilakukan dengan istiqamah. Maka, di bulan Muharram ini, marilah kita mulai perbaikan dari hal-hal sederhana. Jagalah shalat lima waktu. Biasakan membaca Al-Qur’an meskipun sedikit. Perbanyak istighfar. Perbaiki lisan. Tinggalkan kebiasaan buruk. Dan jangan lupa memperbanyak doa kepada Allah agar diberi hati yang istiqamah.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Bagikan:
Lainnya di Kajian
Lihat kategori
Amalan Sunnah untuk Bayi Baru Lahir Menurut Rasulullah SAW: Panduan Lengkap bagi Orang Tua Muslim
Apa saja amalan sunnah untuk bayi baru lahir menurut Rasulullah SAW? Simak panduan lengkap mulai dari tahnik, memberi nama, aqiqah, mencukur rambut, hingga doa untuk bayi berdasarkan hadis dan pendapat ulama.
BACA ARTIKEL
Hukum Investasi Sukuk dalam Islam: Apakah Sukuk Benar-Benar Halal?
Bagaimana hukum investasi sukuk dalam Islam? Simak penjelasan tentang sukuk syariah, akad, dalil, fatwa DSN-MUI, riba, serta ketentuan agar investasi sukuk sesuai syariah.
BACA ARTIKEL
Perbedaan Murabahah, Mudharabah, dan Musyarakah dalam Bank Syariah
Apa perbedaan murabahah, mudharabah, dan musyarakah? Simak pengertian, cara kerja, contoh, kelebihan, serta tabel perbandingan ketiga akad utama dalam bank syariah.
BACA ARTIKEL
Investasi dalam Islam: Pengertian, Hukum, dan Jenis Investasi yang Halal
Investasi dalam Islam adalah cara mengembangkan harta sesuai prinsip syariah. Pelajari pengertian, hukum investasi, prinsip, dan jenis investasi halal dalam Islam.
BACA ARTIKEL