Bagikan:

Sukuk Syariah: Pengertian, Cara Kerja, Keuntungan, Risiko, dan Cara Investasinya
Kemampuan penerbit memenuhi kewajibannya dapat memengaruhi risiko investasi.
4. Risiko Investasi
Pada sukuk dengan struktur yang memiliki komponen investasi atau kegiatan usaha tertentu, hasil yang diterima dapat dipengaruhi oleh performa aset atau kegiatan usaha yang menjadi dasar transaksi.
5. Risiko Inflasi
Imbal hasil yang diterima investor juga perlu dibandingkan dengan tingkat inflasi.
Investasi yang memberikan imbal hasil nominal positif belum tentu menghasilkan peningkatan daya beli yang besar apabila inflasi tinggi.
Simulasi Sederhana Investasi Sukuk
Untuk memahami cara kerja sukuk, mari gunakan contoh sederhana.
Misalnya seorang investor membeli sukuk senilai Rp10 juta dan produk tersebut memberikan imbal hasil tahunan sebesar 6%.
Secara sederhana, imbal hasil kotor setahun dapat dihitung:
Rp10.000.000 × 6% = Rp600.000 per tahun.
Jika pembayaran dilakukan setiap bulan dengan asumsi sederhana, maka:
Rp600.000 ÷ 12 = Rp50.000 per bulan.
Namun, angka tersebut hanya merupakan simulasi untuk memahami mekanisme perhitungan, bukan jaminan bahwa semua produk sukuk memberikan imbal hasil 6%.
Dalam investasi sebenarnya, investor perlu memperhatikan tingkat imbal hasil yang ditetapkan pada seri sukuk, pajak, biaya transaksi jika ada, serta mekanisme pembayaran masing-masing produk.
Dengan kata lain, jangan hanya melihat persentase imbal hasil. Investor juga harus melihat tenor, pajak, likuiditas, risiko, dan tujuan investasi.
Cara Investasi Sukuk Syariah
Bagi investor pemula, proses investasi sukuk sebenarnya dapat dilakukan dengan cukup sederhana, khususnya untuk produk yang memang ditujukan kepada investor ritel.
Secara umum, langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Tentukan Tujuan Investasi
Sebelum membeli sukuk, tentukan terlebih dahulu tujuan investasi.
Misalnya untuk dana pendidikan, persiapan rumah, dana pensiun, atau tujuan keuangan lainnya.
2. Kenali Profil Risiko
Meskipun sukuk dapat memiliki karakteristik yang lebih stabil dibandingkan saham, setiap produk tetap memiliki risiko.
Bagikan:
Lainnya di Kajian
Lihat kategori
Amalan Sunnah untuk Bayi Baru Lahir Menurut Rasulullah SAW: Panduan Lengkap bagi Orang Tua Muslim
Apa saja amalan sunnah untuk bayi baru lahir menurut Rasulullah SAW? Simak panduan lengkap mulai dari tahnik, memberi nama, aqiqah, mencukur rambut, hingga doa untuk bayi berdasarkan hadis dan pendapat ulama.
BACA ARTIKEL
Hukum Investasi Sukuk dalam Islam: Apakah Sukuk Benar-Benar Halal?
Bagaimana hukum investasi sukuk dalam Islam? Simak penjelasan tentang sukuk syariah, akad, dalil, fatwa DSN-MUI, riba, serta ketentuan agar investasi sukuk sesuai syariah.
BACA ARTIKEL
Perbedaan Murabahah, Mudharabah, dan Musyarakah dalam Bank Syariah
Apa perbedaan murabahah, mudharabah, dan musyarakah? Simak pengertian, cara kerja, contoh, kelebihan, serta tabel perbandingan ketiga akad utama dalam bank syariah.
BACA ARTIKEL
Investasi dalam Islam: Pengertian, Hukum, dan Jenis Investasi yang Halal
Investasi dalam Islam adalah cara mengembangkan harta sesuai prinsip syariah. Pelajari pengertian, hukum investasi, prinsip, dan jenis investasi halal dalam Islam.
BACA ARTIKEL