Islamind
AllBeritaIbadahKajianTokohUncategorized
Diposting pada 06 Jun 2026Diedit pada 06 Jun 2026

Bagikan:

Puasa Tasu’a dan Asyura: Jadwal, Niat, Keutamaan, dan Tata Caranya

Puasa Tasu’a dan Asyura: Jadwal, Niat, Keutamaan, dan Tata Caranya

Niat Puasa Asyura

Berikut bacaan niat puasa Asyura:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma Asyura sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya:
“Saya niat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Seperti puasa Tasu’a, niat puasa Asyura juga dilakukan karena Allah SWT, bukan karena kebiasaan, tradisi, atau sekadar mengikuti orang lain. Ibadah yang diterima di sisi Allah adalah ibadah yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Keutamaan Puasa Asyura

Puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa puasa pada hari Asyura diharapkan dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu. Keutamaan ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya.

Namun, para ulama menjelaskan bahwa penghapusan dosa yang dimaksud umumnya berkaitan dengan dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar tetap membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh, yaitu menyesali dosa, meninggalkannya, bertekad tidak mengulanginya, dan memperbaiki kesalahan jika berkaitan dengan hak manusia.

Keutamaan puasa Asyura juga terletak pada nilai syukur kepada Allah. Rasulullah SAW berpuasa pada hari tersebut karena hari Asyura berkaitan dengan peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kezaliman Fir’aun. Dengan berpuasa, seorang Muslim mengingat bahwa pertolongan Allah pasti datang kepada hamba yang beriman dan bersabar.

Keutamaan Puasa Tasu’a

Puasa Tasu’a memiliki keutamaan karena menjadi pelengkap puasa Asyura. Dengan berpuasa pada tanggal 9 Muharram, seorang Muslim menjalankan anjuran untuk menyertai puasa Asyura dengan puasa pada hari sebelumnya.

Puasa Tasu’a juga menunjukkan kesungguhan dalam mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Meskipun keutamaan paling masyhur terkait penghapusan dosa setahun disebutkan pada puasa Asyura, puasa Tasu’a tetap menjadi amalan yang sangat baik karena termasuk puasa sunnah di bulan Muharram.

Selain itu, puasa Tasu’a membantu umat Islam membedakan praktik ibadah mereka dari kebiasaan umat terdahulu. Dalam hal ini, Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki identitas ibadah yang jelas, sekaligus tetap menghormati sejarah para nabi.

Tata Cara Puasa Tasu’a dan Asyura

Secara umum, tata cara puasa Tasu’a dan Asyura sama seperti puasa sunnah lainnya. Berikut langkah-langkahnya.

1. Berniat karena Allah SWT

Niat adalah dasar dari setiap amal ibadah. Seorang Muslim hendaknya berniat puasa Tasu’a atau Asyura semata-mata karena Allah SWT. Niat dapat dilakukan di dalam hati, baik pada malam hari maupun pada pagi hari sebelum melakukan hal yang membatalkan puasa.

2. Makan Sahur

Sahur adalah amalan yang dianjurkan dalam puasa. Meskipun puasa tetap sah tanpa sahur, makan sahur memiliki keberkahan dan membantu tubuh lebih kuat menjalani puasa. Sahur sebaiknya dilakukan mendekati waktu Subuh, tetapi tetap berhenti sebelum masuk waktu fajar.

3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, orang yang berpuasa wajib menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa. Selain itu, ia juga perlu menjaga lisan, pandangan, hati, dan perbuatan dari dosa.

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Puasa adalah latihan untuk mengendalikan diri, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

4. Memperbanyak Amal Saleh

Bagikan:

Lainnya di Ibadah

Lihat kategori